Dolar Menguat Tipis, Fokus Beralih ke UK CPI & US PCE
Pasar valas bergerak tipis pada Senin (16/2), karena bursa saham dan obligasi AS tutup (Presidents’ Day) dan likuiditas Asia juga menipis akibat libur Imlek. Di tengah perdagangan yang “sepi tapi volatile”, DXY bertahan di sekitar 97,10 (+0,19%), sementara EUR/USD turun tipis ke 1,1854 (-0,13%) seiring dolar menguat ringan.
Pergerakan paling terlihat datang dari yen: USD/JPY naik ke 153,49 (+0,52%) setelah GDP Jepang Q4 2025 hanya tumbuh 0,2% (annualized)—jauh di bawah ekspektasi—yang meredam minat beli yen. Di sisi lain, AUD/USD relatif stabil di 0,7076 (+0,06%), sementara GBP/USD melemah ke 1,3632 (-0,13%) jelang rangkaian data UK.
Fokus pasar sekarang mengarah ke pekan data yang lebih padat: UK employment (Selasa) dan UK CPI (Rabu), disusul FOMC minutes (Rabu) lalu US PCE & estimasi GDP Q4 (Jumat)—paket yang bisa menentukan apakah ekspektasi cut rate makin menguat atau justru mereda. Sementara itu, faktor geopolitik ikut jadi latar: Menlu Iran Abbas Araghchi sudah tiba di Jenewa jelang putaran kedua pembicaraan nuklir AS–Iran yang berpotensi mengubah sentimen risk. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id