Perak Turun Jelang Minutes FOMC, Geopolitik AS–Iran Jadi Penahan
Perak (XAG/USD) membuka pekan dengan pijakan lemah dan kembali terkoreksi di area $76,35/oz, turun sekitar -1,4% dari penutupan sebelumnya, saat pasar melakukan aksi ambil untung dan menilai ulang arah suku bunga AS. Pergerakan juga cenderung “choppy” karena likuiditas tipis di tengah libur pasar pada hari Senin (16/2).
Dari sisi fundamental, inflasi AS memang melandai—CPI Januari naik 0,2% (MoM) setelah 0,3% sebelumnya, memperkuat narasi bahwa tekanan harga mulai mereda. Tapi pasar belum berani agresif bullish logam mulia karena The Fed masih terkesan wait and see, apalagi data tenaga kerja tetap relatif tahan banting.
Di sisi lain, dolar AS yang menguat tipis ikut menekan logam mulia berdenominasi USD, membuat perak relatif “lebih mahal” bagi pembeli non-dolar. Namun ruang penguatan dolar juga dinilai terbatas karena ekspektasi easing tetap hidup untuk paruh kedua tahun ini—jadi penurunan perak pun berpotensi tertahan selama belum ada katalis yang benar-benar mengubah pricing suku bunga.
Dari geopolitik, tensi AS–Iran masih jadi faktor penahan downside: setiap headline eskalasi bisa cepat menghidupkan demand safe-haven—meski sentimen harian tetap ditarik-ulur oleh dolar, risk-on/risk-off, dan isu suku bunga. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id