Kripto Terseret Suku Bunga: Fokus Beralih ke Minutes The Fed
Bitcoin melemah di awal pekan dan memperpanjang fase lesu kripto setelah pasar masuk mode risk-off di tengah ketidakpastian arah suku bunga AS. Pada update terbaru hari Senin (16/2), BTC diperdagangkan di $67.716 atau turun -1,87% dari penutupan sebelumnya, setelah sempat mengintip $69.999 namun kembali terpental hingga menyentuh low harian $67.329. Volatilitas juga makin “gampang nyentak” karena likuiditas tipis akibat libur di AS dan sebagian Asia.
Dari sisi fundamental, dorongan beli masih ketahan oleh tarik-ulur ekspektasi kebijakan The Fed: inflasi yang lebih lunak sempat menyalakan harapan cut rate, tapi pasar belum dapat kepastian timing—jadinya arus ke aset spekulatif belum pulih penuh. Fokus minggu ini mengarah ke minutes FOMC (Rabu) lalu data besar PCE + GDP kuartal IV (Jumat) yang berpotensi jadi pemicu arah berikutnya. Di saat yang sama, momentum juga dikabarkan melemah karena inflow ETF spot Bitcoin menurun, membuat area $70.000 kembali jadi tembok psikologis yang sulit ditembus.
Di tengah kekhawatiran pasar soal “forced selling”, Strategy (MSTR) angkat suara: perusahaan menyatakan mampu menutup kewajiban utang bahkan jika BTC jatuh sampai $8.000, sembari menegaskan cadangan asetnya masih memadai. Strategy saat ini melaporkan memegang 714.644 BTC (akumulasi melalui penerbitan ekuitas dan pembiayaan utang), dengan rata-rata harga akuisisi sekitar $76.056 per BTC. Namun tekanan tetap membayangi karena dalam laporan kuartal Desember, Strategy mencatat rugi bersih $12,4 miliar—menegaskan bet besar ke Bitcoin masih jadi “cerita utama” perusahaan.
Koreksi BTC ikut menyeret altcoin: ETH berada di $1.967,56 (-1,90%), XRP $1,49 (-1,97%), BNB $612,74 (-1,15%), SOL $84,07 (-4,07%), ADA $0,281407 (-0,95%), dan DOGE $0,100569 (-6,15%)—menunjukkan pelemahan risk appetite masih merata di pasar kripto. (Ticker TRUMP/MAGA juga bergerak di $0,039475 (-0,70%). (Arl)
Sumber : Newsmaker.id