• Mon, Feb 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

16 February 2026 07:36  |

China Libur, Shenzhen Warning: Apa Dampaknya ke Harga Emas?

Harga emas bergerak melemah tipis setelah pelaku pasar melakukan aksi ambil untung, menyusul rilis data inflasi Amerika Serikat yang relatif moderat dan sempat mendorong harga kembali bertahan di atas level psikologis $5.000 per ons. Tekanan jual muncul saat sebagian trader memilih mengunci profit setelah kenaikan tajam pada sesi sebelumnya.

Pada perdagangan awal, emas sempat turun hingga 0,6%, setelah melonjak sekitar 2,4% pada sesi sebelumnya. Data Consumer Price Index (CPI) AS tercatat naik 0,2% pada Januari, meredakan kekhawatiran lonjakan inflasi yang lebih besar dan memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve memiliki ruang untuk memangkas suku bunga.

Ekspektasi penurunan suku bunga umumnya menjadi sentimen positif bagi logam mulia, karena biaya pinjaman yang lebih rendah cenderung mendukung aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas. Namun, setelah reli kuat, pasar juga rentan terhadap koreksi jangka pendek akibat aksi profit taking dan penyesuaian posisi.

Secara historis dalam beberapa pekan terakhir, pergerakan emas tetap volatil. Emas sempat mencetak rekor di atas $5.595 pada akhir Januari, didorong gelombang pembelian spekulatif. Setelah itu, terjadi koreksi tajam di pergantian bulan yang sempat menyeret harga kembali ke bawah $4.500, sebelum akhirnya pulih dan merebut kembali sekitar separuh dari penurunan tersebut.

Dari Asia, perhatian tertuju ke China yang sedang memasuki libur Tahun Baru Imlek, sehingga aktivitas pasar domestik cenderung menipis. Meski demikian, permintaan logam mulia di China dinilai sangat kuat dalam beberapa bulan terakhir, bahkan otoritas di Shenzhen mengeluarkan peringatan tegas terkait aktivitas “perdagangan emas ilegal” di pusat ritel tersebut.

Sejumlah bank masih melihat peluang penguatan lanjutan, dengan menilai faktor pendorong reli jangka panjang belum berubah, mulai dari ketegangan geopolitik hingga kekhawatiran atas independensi kebijakan The Fed. ANZ memperkirakan emas berpotensi menuju $5.800 per ons pada kuartal kedua. Pada pembaruan terakhir, spot gold turun sekitar 0,3% ke $5.026,96, sementara perak melemah 1,1% ke $76,54, dan indeks dolar Bloomberg menguat tipis 0,1%.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
GOLD

China Libur, Shenzhen Warning: Apa Dampaknya ke Harga Emas?

Harga emas bergerak melemah tipis setelah pelaku pasar melakukan aksi ambil untung, menyusul rilis data inflasi Amerika Serik...

16 February 2026 07:36
BIAS23.com NM23 Ai