Dolar Ngegas usai Trump Pilih Warsh Jadi Calon Fed
Dolar AS reli dan kurva imbal hasil (Treasury) makin terarah pasca Presiden Donald Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai calon ketua Federal Reserve berikutnya. Warsh dipandang lebih hawkish dibanding kandidat lain, bikin pasar langsung reprice ekspektasi suku bunga. Di saat yang sama, dolar Kanada (loonie) lanjut melemah setelah data PDB Kanada keluar lebih lemah dari perkiraan.
Bloomberg Dollar Spot Index naik 0,5%, memangkas penurunan mingguan menjadi -0,8%. Sebelumnya, dolar sudah “nanjak” sejak sesi Asia sampai London karena spekulasi Trump bakal memilih Warsh. Meski begitu, indeks dolar ini masih mengarah ke penurunan sekitar 1,7% sepanjang Januari, dan arus akhir bulan (month-end flows) juga ikut bikin pergerakan harga jadi lebih “choppy”.
Dari sisi data AS, rilis terpisah pada Jumat menunjukkan PPI AS di Desember naik lebih tinggi dari ekspektasi: final demand +0,5% m/m (perkiraan +0,2%). Data ini ikut ngasih “amunisi” tambahan buat dolar dan yield.
Gerak pasangan mata uang utama:
Pasangan EUR/USD turun 0,7% ke 1,1888. Menariknya, data juga menunjukkan ekonomi zona euro tumbuh lebih baik dari perkiraan di akhir tahun lalu—tapi euro tetap terkoreksi. Meski turun hari ini, euro masih naik 1,4% sepanjang Januari (terkuat sejak Agustus).
Pasnagan USD/JPY naik 1% ke 154,70 (high harian) dan menembus 100-DMA di 153,98. Data bulanan Kementerian Keuangan Jepang mengonfirmasi Jepang tidak menggelontorkan dana intervensi langsung untuk menguatkan yen dalam empat minggu sampai 28 Januari.
Inflasi Tokyo (tanpa makanan segar) melandai ke 2% y/y bulan ini dari 2,3% pada Desember—sinyal tekanan harga agak adem, yang biasanya bikin ruang pengetatan BOJ terasa lebih terbatas.(yds)
Sumber: newsmaker.id