Emas Tertekan Sedangkan Dolar dan Minyak Menguat
Harga emas bergerak datar pada Jumat (24/04) namun tetap berada di jalur penurunan mingguan, di tengah kenaikan harga minyak dan penguatan terbatas dolar AS yang mengubah kalkulasi pasar terhadap risiko inflasi dan prospek suku bunga.
Pada 05:11 ET (09:11 GMT), spot gold tercatat relatif tidak berubah di US$4.692,41/oz, sementara kontrak berjangka emas turun 0,4 ke US$4.707,09/oz. Dalam sepekan, spot gold turun 2,9% dan emas berjangka melemah 3,5%.
Tekanan datang ketika harga minyak naik seiring meningkatnya ketidakpastian terkait konflik AS-Iran setelah pembicaraan damai tersendat. Kenaikan minyak kembali memunculkan kekhawatiran lonjakan inflasi berbasis energi yang dapat memperkuat narasi suku bunga tinggi lebih lama, kondisi yang cenderung tidak mendukung aset non-yielding seperti emas.
Di saat yang sama, dolar AS mencatat bid tipis sepanjang pekan ini, yang berpotensi mengurangi daya tarik emas berdenominasi dolar bagi pembeli luar negeri, meski indeks dolar terhadap sekeranjang mata uang utama dilaporkan bergerak relatif datar pada sesi terakhir.
Pelemahan juga terlihat pada logam mulia lain: perak spot turun 0,8% ke US$74,8895/oz dan platinum spot turun 1,3% ke US$1.985,06/oz.
Fokus pasar berikutnya tertuju pada perkembangan fase lanjutan konflik di Timur Tengah, arah lanjutan harga minyak, serta bagaimana kombinasi inflasi dan pergerakan dolar membentuk ekspektasi suku bunga dalam waktu dekat. (asd)*
Sumber: Newsmaker.id