Dolar Australia Stabil, Pasar Menakar Risiko Inflasi dari Konflik Iran
Dolar Australia (AUD) bertahan di sekitar $0,72 setelah terkoreksi dari level tertinggi beberapa tahun terakhir, sehingga pergerakan pekan ini cenderung mendatar. Tekanan muncul seiring pasar kembali berhati-hati menghadapi kenaikan tensi geopolitik.
Perhatian investor tetap pada perkembangan konflik AS-Iran. Bentrokan terbaru mengurangi harapan tercapainya perdamaian dalam waktu dekat, saat AS menunggu respons Iran atas proposal pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur penting bagi aliran energi global.
Risiko utama bagi pasar adalah saluran energi menuju inflasi. Penutupan hampir total Selat Hormuz dan guncangan harga energi yang dinilai mendorong kekhawatiran inflasi, yang berpotensi membuat suku bunga global bertahan lebih tinggi lebih lama. Kondisi ini menjadi faktor yang membentuk ekspektasi kebijakan moneter, termasuk mata uang yang sensitif terhadap sentimen risiko seperti AUD.
Di Australia, pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 20% untuk kenaikan suku bunga lagi pada bulan Juni oleh Reserve Bank of Australia (RBA), setelah pengetatan total 75 bps menjadi 4,35% dalam tiga pertemuan terakhir. Probabilitas kenaikan meningkat menjadi sekitar 68% pada bulan Agustus, dengan terminal suku bunga mendekati 4,60% yang hampir sepenuhnya diperkirakan pada bulan September.(asd)*
Sumber : Newsmaker.id