Bitcoin Rebound, SpaceX Serap Likuiditas
Bitcoin menguat pada Jumat (12/6) dan bergerak di sekitar US$63.864, dengan rentang harian US$62.301–US$64.301. Kenaikan ini menunjukkan pasar crypto mulai mendapat dukungan dari membaiknya sentimen risiko, terutama setelah investor melihat peluang kesepakatan damai AS–Iran yang dapat meredakan tekanan energi dan inflasi.
Pemulihan Bitcoin terjadi saat pasar global merespons positif sinyal diplomasi dari Washington. Harapan bahwa konflik AS–Iran dapat mereda ikut menekan harga minyak dan mengurangi kekhawatiran terhadap inflasi berbasis energi. Bagi crypto, kondisi ini penting karena inflasi yang lebih terkendali dapat mengurangi tekanan ekspektasi suku bunga tinggi, meski risiko kebijakan The Fed belum sepenuhnya hilang.
Namun, kenaikan Bitcoin masih terbatas karena arus keluar dari ETF spot belum berhenti. Data SoSoValue menunjukkan ETF Bitcoin spot AS masih mencatat outflow, meski tekanan mingguan mulai mereda dibanding pekan sebelumnya yang mencapai sekitar US$1,7 miliar. Selama arus dana institusional belum stabil, reli Bitcoin cenderung mudah tertahan.
Tekanan tambahan datang dari rotasi modal ke saham teknologi dan tema AI. Reuters melaporkan hedge fund mengurangi sebagian posisi di saham teknologi besar menjelang IPO SpaceX, sementara IPO tersebut mencatat penggalangan dana sekitar US$75 miliar dengan valuasi awal US$1,77 triliun. Besarnya penyerapan likuiditas ke IPO dan saham bertema AI ikut membatasi minat terhadap crypto.
Altcoin ikut menguat terbatas mengikuti Bitcoin. Ethereum berada di sekitar US$1.669, dengan rentang harian US$1.632–US$1.688. Kenaikan ini masih lebih mencerminkan bargain buying setelah tekanan sebelumnya, bukan perubahan besar pada fundamental pasar crypto.
Untuk saat ini, Bitcoin masih berada dalam fase pemulihan rapuh. Sentimen damai AS–Iran memberi dorongan jangka pendek, tetapi arah berikutnya tetap bergantung pada konfirmasi kesepakatan, pergerakan harga minyak, ekspektasi suku bunga The Fed, arus ETF spot, dan apakah rotasi dana ke AI serta IPO besar mulai mereda.(arl)
Sumber: Newsmaker.id