Minyak Turun Tajam Usai Trump Batalkan Serangan
Harga minyak dunia turun hampir 3% pada perdagangan Jumat (12/6) dan menyentuh level terendah dalam hampir dua bulan. Pelemahan terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana serangan baru terhadap Iran, sehingga kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik di kawasan Teluk mulai mereda.
Kontrak berjangka Brent melemah 2,5% ke level US$88,11 per barel, sementara West Texas Intermediate atau WTI turun 2,8% ke posisi US$85,24 per barel. Kedua acuan harga minyak tersebut berada di level terendah sejak 17 April, mencerminkan perubahan sentimen pasar dari kekhawatiran perang menuju harapan diplomasi.
Sentimen positif muncul setelah adanya laporan bahwa memorandum antara Amerika Serikat dan Iran untuk menghentikan perang di Teluk dapat ditandatangani paling cepat pada Minggu. Jenewa disebut sebagai lokasi yang paling memungkinkan untuk penandatanganan tersebut, meskipun kabar ini masih belum sepenuhnya dikonfirmasi oleh semua pihak.
Di sisi lain, media Iran Fars membantah bahwa kesepakatan dapat ditandatangani pada Minggu di Jenewa. Sementara itu, kantor berita Mehr melaporkan bahwa negosiasi akhir memorandum akan berfokus pada isu nuklir dan ekonomi, tetapi tidak mencakup pembahasan mengenai program rudal Iran.
Kantor berita IRNA juga melaporkan bahwa pembicaraan nuklir akan berlangsung dalam periode 60 hari setelah memorandum ditandatangani. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada peluang meredanya konflik, proses diplomasi masih panjang dan belum sepenuhnya menghapus risiko geopolitik di pasar energi.
Secara opini, penurunan harga minyak saat ini lebih banyak digerakkan oleh perubahan headline dan meningkatnya keyakinan pasar bahwa kesepakatan damai pada akhirnya dapat tercapai. Namun, risiko pasokan belum sepenuhnya hilang karena stok minyak global dan regional masih rendah. Bahkan jika kesepakatan berhasil dicapai, pasar tetap membutuhkan waktu untuk memastikan arus minyak berjalan normal dan Selat Hormuz kembali beroperasi tanpa gangguan.(yds)
Sumber: Newsmaker.id