Bursa Eropa Melonjak, Deal Iran Jadi Harapan
Bursa saham Eropa ditutup menguat pada Jumat (12/6) setelah investor merespons positif sinyal bahwa Amerika Serikat dan Iran dapat mencapai kesepakatan untuk meredakan perang yang sudah berlangsung sekitar tiga bulan. Stoxx Europe 600 naik 1,9%, DAX Jerman dan CAC 40 Prancis masing-masing menguat 1,8%, FTSE 100 naik 1,6%, sementara Swiss Market Index bertambah 1,3%.
Sentimen risiko membaik setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington dan Teheran mungkin mencapai kesepakatan pada akhir pekan. Harapan de-eskalasi ini membantu meredakan kekhawatiran terhadap gangguan energi global, yang sebelumnya menekan pasar melalui jalur harga minyak, inflasi, dan ekspektasi suku bunga.
Dari sisi data, inflasi Jerman turun menjadi 2,6% YoY pada Mei dari 2,9% pada April. Namun Destatis menegaskan harga energi masih berada di level tinggi akibat perang Iran. Di Inggris, ekonomi melemah setelah GDP April turun 0,1% MoM, kontraksi pertama sejak Agustus, dengan sektor jasa turun 0,2%, produksi stagnan, dan konstruksi naik tipis 0,1%.
Di sektor korporasi, Barclays naik 5% di London setelah sepakat mengakuisisi operasi GoHenry di Inggris dari Acorns Grow. GSK menguat 1% setelah terapi momelotinib mendapat orphan drug designation dari FDA dan EMA untuk pengobatan VEXAS syndrome. Sebaliknya, Shell turun 2% setelah laporan rencana penjualan aset offshore wind dan penghentian sementara program buyback US$3 miliar hingga 14 Juli.
Secara keseluruhan, kenaikan saham Eropa lebih banyak didorong oleh membaiknya risk appetite akibat harapan damai AS–Iran. Namun pasar masih harus menimbang data ekonomi yang campuran, harga energi yang tetap tinggi, dan arah kebijakan bank sentral. Jika kesepakatan Iran benar-benar tercapai, tekanan inflasi energi dapat mereda dan memberi ruang lebih besar bagi ekuitas Eropa untuk melanjutkan pemulihan.(arl)
Sumber: Newsmaker.id