Bitcoin Tertekan Risk-Off, Pasar Pantau Iran dan Arah Suku Bunga Fed
Bitcoin bergerak terbatas di sekitar US$62.273 pada hari Rabu (10/6), setelah sempat menyentuh intraday low US$60.803 dan high US$62.734. Pergerakan ini menunjukkan pasar crypto masih rapuh, meski tekanan jual tidak seagresif beberapa pekan sebelumnya. Ethereum juga bergerak di sekitar US$1.649, dengan rentang intraday US$1.609–US$1.663.
Tekanan utama datang dari memburuknya sentimen risiko global setelah ketegangan AS–Iran kembali meningkat. Investor cenderung mengurangi eksposur ke aset berisiko, termasuk crypto, ketika pasar menghadapi risiko konflik yang bisa mengganggu pasokan energi dan memperpanjang ketidakpastian geopolitik. Dalam kondisi seperti ini, dolar AS dan aset aman biasanya lebih diminati dibanding Bitcoin.
Kenaikan harga minyak setelah eskalasi di Timur Tengah juga menjadi faktor penting. Jika harga energi naik lebih lama, inflasi berisiko bertahan tinggi. Dampaknya, ruang The Fed untuk melonggarkan kebijakan makin terbatas, sementara peluang suku bunga tetap tinggi lebih lama atau bahkan naik kembali bisa membebani aset non-yielding dan high-beta seperti Bitcoin.
Data CPI AS Mei menunjukkan inflasi tahunan naik ke 4,2%, sesuai ekspektasi pasar, sementara core CPI berada di 2,9%. Angka utama yang masih jauh di atas target The Fed membuat ekspektasi jeda suku bunga tetap kuat untuk rapat Juni, tetapi belum cukup untuk menghapus risiko pengetatan lanjutan jika tekanan energi berlanjut.
Di sisi aliran dana, tekanan dari ETF spot Bitcoin mulai mereda, tetapi belum berubah menjadi katalis positif yang kuat. Data SoSoValue menunjukkan ETF Bitcoin spot AS masih mencatat arus keluar, setelah sebelumnya pasar crypto terbebani oleh outflow besar dalam beberapa pekan terakhir. Selama arus dana institusional belum stabil, rebound Bitcoin cenderung mudah tertahan.
Altcoin juga belum menunjukkan pemulihan yang solid. Ethereum masih bergerak lemah di bawah US$1.700, sementara aset seperti XRP, Solana, Cardano, dan Dogecoin tetap sensitif terhadap arah Bitcoin serta sentimen risiko global. Untuk saat ini, pasar crypto masih berada dalam fase defensif: tekanan geopolitik, harga minyak, ekspektasi Fed, dan arus ETF menjadi variabel utama yang perlu dipantau. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id