Saham Eropa Stabil, CPI AS Redakan Tekanan Jelang Keputusan ECB
Saham Eropa bergerak relatif stabil pada penutupan perdagangan Rabu (10/6) setelah data inflasi AS memberi sedikit ruang lega bagi investor. Stoxx Europe 600 ditutup nyaris tidak berubah, setelah sempat turun hingga 1% pada awal sesi.
Tekanan mereda setelah inflasi inti AS bulan Mei naik lebih rendah dari perkiraan. Data ini membantu mengurangi kekhawatiran bahwa The Fed perlu bergerak lebih agresif, meski pasar tetap berhati-hati karena inflasi energi masih menjadi risiko utama di tengah konflik AS–Iran.
Rotasi sektor terlihat cukup jelas. Saham personal care, makanan, dan minuman menjadi penopang utama karena karakter defensifnya lebih diminati saat sentimen pasar rapuh. Sebaliknya, sektor siklikal seperti tambang dan otomotif tertinggal karena lebih sensitif terhadap perlambatan ekonomi, biaya energi, dan perubahan ekspektasi suku bunga.
Sebelumnya, bursa Eropa sempat melemah ketika harga minyak naik setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran “harus membayar harga” karena terlalu lama menunda negosiasi. Pernyataan tersebut kembali mengangkat kekhawatiran bahwa ketegangan Timur Tengah dapat memperpanjang gangguan energi dan menjaga inflasi tetap tinggi.
Fokus pasar kini beralih ke keputusan kebijakan European Central Bank (ECB) pada Kamis. ECB diperkirakan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak September 2023. Jika bank sentral memberi sinyal bahwa kenaikan ini bersifat terbatas atau “sekali saja”, saham defensif, consumer, dan bond proxies berpotensi mendapat dukungan sentimen.
Di level emiten, WH Smith turun 16% setelah peritel Inggris itu memangkas prospek laba dan mengumumkan rencana penggalangan modal. Perusahaan menyebut dampak perang Iran membebani penjualan, menegaskan bahwa konflik geopolitik mulai terasa langsung pada kinerja korporasi Eropa.(Arl)
Sumber : Newsmaker.id