Bitcoin Melemah di Sekitar $77.000, Tertekan Ketidakpastian Iran
Bitcoin turun tipis 0,5% ke level $77.487,8 pada Kamis pagi, dan diproyeksikan mencatat penurunan mingguan sekitar 1%. Pelemahan ini terjadi di tengah likuidasi baru dan ketidakpastian perundingan AS-Iran yang menekan sentimen risiko global.
Investor mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk cryptocurrency, karena volatilitas meningkat akibat konflik Timur Tengah dan imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi. Lonjakan harga minyak juga menimbulkan kekhawatiran inflasi, menurunkan minat pada aset spekulatif.
Meskipun pejabat AS dan Iran menyebut ada “tanda-tanda positif” dalam perundingan, isu penting seperti stok uranium Teheran dan kontrol Selat Hormuz masih belum terselesaikan. Pemimpin Tertinggi Iran menegaskan tetap mempertahankan cadangan uranium, sementara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menolak rencana pungutan tol di Selat Hormuz.
Tekanan ini memicu likuidasi posisi leverage di pasar crypto, dengan data CoinGlass mencatat sekitar $200 juta posisi yang ditutup dalam 24 jam terakhir. Namun, pembelian institusional dan aliran dana ke spot bitcoin ETFs masih memberi dukungan pada harga.
Dari sisi teknikal, zona $76.000–$77.000 dianggap sebagai level support penting. Bitcoin tetap rentan jika menembus bawah level ini, tetapi penutupan berkelanjutan di atas $80.000 dapat memicu kembali momentum bullish.
Secara keseluruhan, Bitcoin bergerak terbatas dan tetap sensitif terhadap sentimen geopolitik, ekspektasi suku bunga AS, serta volatilitas pasar energi, yang menjadi faktor utama penggerak harga dalam jangka pendek.(asD)
Sumber: Newsmaker.id