Kripto Melemah, Yield AS Naik dan Headline Iran Kikis Risk Appetite
Bitcoin melemah pada Jumat (27/3), memperpanjang tekanan pekan ini ketika risk aversion terkait perang Iran dan antisipasi jatuh tempo opsi Bitcoin senilai sekitar $14 miliar membuat pelaku pasar cenderung defensif. Bitcoin terakhir di $65.811, turun sekitar 5,2% pada hari itu.
Selain faktor geopolitik, pasar juga merespons kenaikan beruntun yield US Treasury selama empat pekan, dengan yield 10-tahun disebut berada di sekitar 4,44% dalam materi, mendorong penilaian ulang jalur suku bunga dan mengurangi minat pada aset spekulatif. Di sisi geopolitik, sinyal yang saling bertentangan dari Washington dan Teheran soal prospek gencatan senjata menjaga selera risiko tetap rapuh, meski Trump memperpanjang tenggat serangan ke fasilitas energi Iran dan mengklaim negosiasi berjalan.
Jatuh tempo opsi (terutama di Deribit) menjadi fokus karena pasar memantau potensi ayunan harga sebelum dan sesudah expiry. Materi juga menyebut estimasi “max pain” berada di sekitar $75.000, sementara berkurangnya aktivitas hedging pasca-rollover berpotensi membuat Bitcoin lebih sensitif terhadap guncangan eksternal.
Altcoin ikut melemah. Ethereum turun dan terakhir di $1.976 (sekitar -4,7%). XRP berada di sekitar $1,34, Dogecoin $0,08997, Solana $83,02, Cardano $0,247, dan BNB sekitar $606–$611. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id