Bitcoin Jatuh Lagi, Reli Pekan Ini Mulai Pudar
Bitcoin melemah pada Kamis (26/3), memangkas sebagian kenaikan awal pekan ketika sinyal yang saling bertentangan terkait pembahasan gencatan senjata dalam perang AS-Israel melawan Iran membuat selera risiko tetap tertahan. Ketidakpastian juga datang dari proses legislasi AS, setelah perkembangan terbaru RUU regulasi kripto Clarity Act memunculkan respons industri yang beragam.
Bitcoin turun 2,5% ke $69.159 pada 11:10 ET (15:10 GMT), setelah sempat menyentuh $71.419 lebih awal di sesi. Pelemahan mengikuti tekanan pada aset berisiko lain, dengan saham Asia dan futures Wall Street juga melemah. Di saat yang sama, harga minyak kembali menguat, menjaga kekhawatiran pasar terhadap risiko “energy shock” dari konflik Iran dan menekan aset spekulatif, termasuk kripto.
Pada Rabu, kripto sempat menguat setelah laporan menyebut AS menyampaikan proposal gencatan senjata 15 poin kepada Iran. Namun, pasar membatasi kenaikan setelah Iran awalnya menolak proposal tersebut dan menawarkan rencana 5 poin versinya sendiri. Media pemerintah Iran kemudian melaporkan negara itu meninjau proposal AS, tetapi pada saat yang sama disebut telah menyingkirkan peluang pembicaraan langsung dengan Washington, sehingga arah konflik tetap tidak jelas.
Aset kripto lain ikut melemah. Ether turun 4,5% ke $2.072,98, XRP turun 3,3% ke $1,36. Solana dan Cardano masing-masing turun 4,9% dan 5,4%, BNB turun 2,7%. Di meme coin, Dogecoin turun 5,4%, sementara token $TRUMP turun lebih dari 6%.
Pasar akan memantau konsistensi headline diplomasi Iran, pergerakan minyak dan imbal hasil AS sebagai penentu risk appetite, serta perkembangan substansi dan peluang lolosnya Clarity Act yang dapat mengubah persepsi risiko regulasi sektor kripto. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id