Kripto Menguat, Regulasi AS Angkat Sentimen
Bitcoin menguat pada hari Jumat (13/3) dan bertahan di atas area psikologis US$70.000, ditopang optimisme terhadap arah regulasi kripto di Amerika Serikat. Pada pembaruan harga terbaru, Bitcoin (BTC) diperdagangkan di US$71.255, dengan kenaikan sekitar 1,24% dari penutupan sebelumnya. Level ini menegaskan pemulihan sentimen setelah pasar sebelumnya sempat tertekan oleh lonjakan harga energi dan kekhawatiran perang AS–Israel dengan Iran.
Sentimen utama tetap datang dari pengumuman SEC dan CFTC yang akan bekerja sama menyusun kerangka regulasi yang lebih komprehensif untuk pasar AS melalui Joint Harmonization Initiative. Meski kesepakatan itu bersifat non-binding, pasar membacanya sebagai langkah menuju kepastian regulasi yang selama ini ditunggu industri, sekaligus sejalan dengan dorongan pemerintahan Donald Trump untuk memberi kejelasan lebih besar bagi sektor aset digital.
Namun, pemulihan Bitcoin masih dinilai rapuh. Konflik Iran tetap menjadi sumber tekanan bagi aset berisiko karena berpotensi menjaga harga energi tinggi dan memperkuat risiko inflasi global. Skenario itu bisa mendorong bank sentral utama mempertahankan sikap hawkish lebih lama, yang biasanya kurang kondusif bagi aset spekulatif seperti kripto.
Di sisi makro, pasar masih mencerna data inflasi AS yang menunjukkan tekanan harga belum sepenuhnya jinak. Karena itu, ekspektasi terhadap sikap hati-hati The Fed tetap menjadi faktor penting dalam menentukan apakah reli kripto dapat berlanjut atau justru kembali tertahan oleh penguatan dolar dan yield.
Penguatan Bitcoin juga diikuti altcoin utama. Ethereum (ETH) naik ke US$2.104,52 (+1,83%), XRP ke US$1,40 (+1,45%), BNB ke US$657,25 (+1,03%), Cardano (ADA) ke US$0,267472 (+1,70%), Solana (SOL) ke US$88,73 (+2,33%), dan Dogecoin (DOGE) ke US$0,096107 (+1,72%). Meski begitu, seperti Bitcoin, mayoritas altcoin masih bergerak dalam fase pemulihan yang rapuh setelah tekanan besar dalam beberapa bulan terakhir. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id