Bitcoin Stabil di $70.000, Pasar Kripto Bertahan di Tengah Risiko Iran
Bitcoin bergerak terbatas pada Rabu (11/3) dan bertahan di kisaran US$70.000 saat konflik Timur Tengah berlanjut, menjaga pasar tetap berhati-hati meski tekanan sempat mereda setelah koreksi minyak dari puncak awal pekan. Bitcoin terakhir naik 1,2% ke US$70.639,9 pada 17:03 ET, setelah sempat turun ke area pertengahan US$60.000-an dalam beberapa hari terakhir.
Sentimen kripto masih sangat bergantung pada dinamika perang AS–Israel melawan Iran yang mengganggu pasokan energi dan mengancam jalur pengapalan Selat Hormuz. Harga minyak sempat mendekati US$120/barel ketika penutupan efektif selat memicu kekhawatiran “supply shock”, sebelum terkoreksi setelah Presiden Donald Trump mengatakan konflik bisa berakhir “segera”. Namun, tanda de-eskalasi cepat masih terbatas karena pertempuran di sekitar Teluk berlanjut.
Data inflasi AS yang sejalan ekspektasi cenderung diabaikan karena dianggap “backward-looking” sebelum dampak guncangan energi masuk penuh ke data. CPI Februari naik 0,3% (m/m) dan 2,4% (y/y), sementara CPI inti 0,2% (m/m) dan 2,5% (y/y). Pasar kini mem-price in pemangkasan suku bunga berikutnya pada September, dengan peluang sekitar 43% untuk tambahan pemangkasan sebelum akhir tahun, dan hampir 100% probabilitas suku bunga ditahan pada rapat Fed 18 Maret.
Di Washington, perhatian juga tertuju pada upaya melanjutkan pembahasan CLARITY Act setelah sebelumnya tersendat, termasuk negosiasi terkait aturan imbal hasil (yield) stablecoin yang menjadi titik friksi antara perbankan dan industri kripto. Di altcoin, pergerakan cenderung positif namun terbatas: Ethereum naik 1,2% ke US$2.067,42, XRP naik 0,1% ke US$1,3915, Solana naik 1,2%, dan Cardano naik 0,4%. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id