Bitcoin Menguat di Asia di Tengah Volatilitas Geopolitik
kripto menguat di sesi Asia, dipimpin Bitcoin dan Ethereum, seiring membaiknya selera risiko global setelah rebound di pasar saham, meski volatilitas tetap tinggi akibat headline konflik Timur Tengah dan implikasinya ke energi serta inflasi.
Bitcoin terakhir diperdagangkan di sekitar US$72.634, naik 7,45% dari penutupan sebelumnya, dengan kisaran intraday US$67.504–US$73.984. Ethereum berada di sekitar US$2.131, naik 9,03% (intraday US$1.953–US$2.195). Solana ikut menguat ke sekitar US$90,16, naik 5,92%.
Dari sisi katalis, reli kripto kali ini banyak dibaca sebagai bagian dari rotasi risk-on yang mengangkat aset berisiko, sekaligus ditopang narasi arus institusional melalui produk ETF bitcoin spot. Coindesk melaporkan ETF bitcoin spot AS mencatat salah satu hari inflow terbesar kuartal ini di tengah volatilitas geopolitik.
Namun, pasar tetap peka terhadap faktor kebijakan dan regulasi. Di AS, pembahasan kerangka aturan aset digital masih menghadapi perbedaan tajam, termasuk soal stablecoin, yang membuat sentimen mudah berubah mengikuti perkembangan di Washington.
Untuk pantauan berikutnya, pelaku pasar biasanya fokus pada: (1) perkembangan konflik dan dampaknya ke harga energi, (2) pergerakan yield Treasury dan ekspektasi suku bunga, (3) data arus ETF, serta (4) volatilitas lintas aset yang bisa memicu perubahan posisi cepat di kripto.(Cp)
Sumber: Newsmaker.id