Minyak Naik di Tengah Optimisme Pertemuan AS–China
Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Rabu (29/10), didorong oleh penurunan stok minyak mentah AS dan optimisme menjelang pertemuan antara Presiden AS dan China yang merupakan dua konsumen minyak terbesar di dunia.
Minyak Brent naik 22 sen atau 0,34% menjadi $64,62 per barel, sementara WTI Amerika Serikat naik 20 sen atau 0,33% menjadi $60,35 per barel.
Kementerian Luar Negeri China mengonfirmasi bahwa Presiden Xi Jinping akan bertemu dengan Presiden Donald Trump pada Kamis di Busan, Korea Selatan. Beijing menyebut pertemuan ini akan “memberikan energi baru” bagi hubungan kedua negara dan siap bekerja sama demi hasil yang positif. China juga menyatakan terbuka untuk melanjutkan kerja sama terkait pengendalian ekspor bahan kimia prekursor fentanyl, setelah Trump mengindikasikan kemungkinan penurunan tarif barang-barang China.
Data dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah AS turun 4,02 juta barel untuk pekan yang berakhir 24 Oktober. Persediaan bensin menyusut 6,35 juta barel, dan stok distilat turun 4,36 juta barel. Penurunan yang lebih besar dari perkiraan ini memicu lonjakan harga jangka pendek dan terus menopang pasar hari ini.
Namun, analis memperingatkan bahwa kenaikan harga minyak masih memiliki batas. “Kisah sanksi dan pasokan memang mendorong harga naik, tapi sisi permintaan masih lemah dan kapasitas cadangan tetap tinggi,” kata Priyanka Sachdeva, analis senior di Phillip Nova.
Meski minggu lalu Brent dan WTI mencatat lonjakan terbesar sejak Juni setelah sanksi baru AS terhadap Rusia, pasar kini menanti arah dari OPEC+, yang dikabarkan mempertimbangkan peningkatan produksi sekitar 137.000 barel per hari pada Desember.(yds)
Sumber: Reuters.com