• Mon, Mar 9, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

29 October 2025 03:10  |

Minyak Anjlok 2%, Pasar Panik soal Sanksi Rusia & Rencana OPEC+

Harga minyak anjlok sekitar 2% pada hari Selasa (28/10), menandai penurunan hari ketiga berturut-turut karena investor mempertimbangkan dampak sanksi AS terhadap dua perusahaan minyak terbesar Rusia terhadap pasokan global, serta potensi rencana OPEC+ untuk meningkatkan produksi.

Harga minyak mentah Brent berjangka ditutup turun $1,22, atau 1,9%, menjadi $64,40 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS ditutup turun $1,16, atau 1,9%, menjadi $60,15.

Brent dan WTI pekan lalu mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Juni, sebagai reaksi terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menjatuhkan sanksi terkait Ukraina terhadap Rusia untuk pertama kalinya dalam masa jabatan keduanya, yang menargetkan perusahaan minyak besar Lukoil dan Rosneft.

Pemerintah AS telah memberikan jaminan tertulis bahwa bisnis Rosneft Rusia di Jerman akan dibebaskan dari sanksi karena asetnya tidak lagi berada di bawah kendali Rusia, kata menteri ekonomi Jerman.

"Trump yang memberikan keringanan ini kepada Jerman memberi kesan bahwa mungkin ada lebih banyak ruang gerak dalam sanksi ini, sehingga hal ini menghilangkan beberapa kekhawatiran langsung bahwa pasokan dapat menyusut drastis. Kami jelas melihat adanya beberapa penghindaran risiko (perdagangan) hari ini," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.

Dampak sanksi terhadap negara-negara pengekspor minyak akan terbatas karena kelebihan kapasitas, kata Fatih Birol, direktur eksekutif Badan Energi Internasional, pada hari Selasa.

Menyusul sanksi AS, produsen minyak terbesar kedua Rusia, Lukoil, mengatakan pada hari Senin bahwa mereka akan menjual aset internasionalnya. Langkah ini merupakan tindakan paling berpengaruh yang dilakukan perusahaan Rusia sejauh ini menyusul sanksi Barat atas perang skala penuh Rusia di Ukraina, yang dimulai pada Februari 2022.

Lukoil yang berkantor pusat di Moskow menyumbang sekitar 2% dari produksi minyak global. (Arl)

Sumber: Reuters.com

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
BIAS23.com NM23 Ai