• Mon, Mar 9, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

28 October 2025 15:50  |

OPEC+ Buka Keran, Harga Minyak Ikut Lemas

Harga minyak turun pada Selasa (28/10), yang mencatat penurunan tiga hari berturut-turut, karena rencana OPEC+ untuk menaikkan produksi dianggap lebih dominan oleh pasar dibanding optimisme soal kemungkinan kesepakatan dagang AS–Tiongkok.

Kontrak berjangka minyak Brent turun 83 sen atau 1,26% ke $64,79 per barel pada pukul 07.57 GMT. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 75 sen atau 1,22% ke $60,56 per barel.

“Para pelaku pasar mencermati progres pembicaraan dagang AS–Tiongkok dan prospek pasokan secara keseluruhan,” tulis ANZ dalam catatan pagi.

Pelemahan harga ini terjadi setelah Brent dan WTI pekan lalu mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Juni, sebagai respons terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump menjatuhkan sanksi terkait Ukraina terhadap Rusia untuk pertama kalinya di masa jabatan keduanya, menargetkan perusahaan minyak Lukoil dan Rosneft. Investor masih mencoba mengukur seberapa efektif sanksi tersebut terhadap Rusia.

OPEC+, yang merupakan kelompok negara-negara pengekspor minyak OPEC dan sekutunya termasuk Rusia, disebut condong untuk kembali menaikkan produksi secara moderat pada Desember, menurut empat sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut.

Setelah beberapa tahun memangkas produksi demi menopang pasar minyak, kelompok ini mulai membalikkan pemangkasan tersebut sejak April.

Namun ada faktor penahan tekanan jual: prospek tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan Tiongkok, dua konsumen minyak terbesar di dunia. Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping dijadwalkan bertemu pada Kamis di Korea Selatan.

Beijing berharap Washington bisa “bertemu di tengah jalan” untuk mempersiapkan “interaksi tingkat tinggi” antara kedua negara, kata Menteri Luar Negeri Wang Yi kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam panggilan telepon pada Senin.

Setelah sanksi AS diumumkan, produsen minyak terbesar kedua Rusia, Lukoil, mengatakan pada Senin bahwa mereka akan menjual aset internasionalnya. Ini adalah langkah paling signifikan sejauh ini yang diambil perusahaan Rusia setelah sanksi Barat terkait perang Rusia di Ukraina, yang dimulai pada Februari 2022.(yds)

Sumber: Reuters.com

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
BIAS23.com NM23 Ai