• Fri, Mar 13, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

27 August 2025 03:23  |

Minyak Turun 2% dari Tertingginya; Fokus pada Tarif dan Pasokan Rusia

Harga minyak turun 2% pada Selasa, menghapus kenaikan sesi sebelumnya, saat investor memantau perkembangan terkait tarif AS, perang di Ukraina, dan potensi gangguan pasokan bahan bakar Rusia.

Minyak Brent turun $1,58 atau 2,3% ke $67,22 per barel, sehari setelah menyentuh harga tertingginya sejak awal Agustus. Minyak West Texas Intermediate (WTI) melemah $1,55 atau sekitar 2,4% ke $63,25.

“Dengan begitu banyak ketidakpastian di pasar minyak akibat konflik Ukraina dan perang tarif, investor akan tetap enggan berkomitmen ke salah satu arah untuk jangka waktu yang lama,” kata analis PVM Oil Associates, Tamas Varga. Ia menambahkan, harga Brent bisa terjebak dalam kisaran $65–$74 untuk waktu yang dapat diperkirakan.

Reli minyak pada Senin terutama didorong risiko pasokan setelah serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia dan kemungkinan sanksi AS lebih lanjut pada minyak Rusia.

Serangan Ukraina—sebagai respons atas kemajuan Rusia dalam konflik dan gempuran terhadap fasilitas gas serta listrik Ukraina—telah mengganggu pemrosesan dan ekspor minyak Moskow serta menciptakan kelangkaan bensin di beberapa wilayah Rusia.

Rusia merevisi naik rencana ekspor minyak mentah dari pelabuhan baratnya sebesar 200.000 barel per hari pada Agustus dari jadwal awal setelah serangan drone Ukraina mengganggu operasi kilang dan membebaskan lebih banyak minyak mentah untuk pengiriman, menurut tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan menjatuhkan sanksi pada Rusia jika tidak ada kemajuan menuju kesepakatan damai dalam dua minggu ke depan.

Namun, sumber-sumber mengatakan kepada Reuters bahwa pejabat pemerintah AS dan Rusia membahas beberapa kesepakatan energi di sela-sela perundingan bulan ini untuk mencari perdamaian di Ukraina.

Sementara itu, ekspor India bisa menghadapi bea masuk AS hingga 50%—di antara yang tertinggi yang pernah diberlakukan Washington.

“Fokus utama perdagangan pekan ini adalah kemungkinan tarif AS terhadap India dilipatgandakan menjadi 50% secepat besok… yang semakin membatasi arus ekspor Rusia yang sudah terhambat oleh serangan Ukraina baru-baru ini ke kilang-kilang minyak Rusia,” tulis analis Ritterbusch and Associates dalam sebuah catatan.(yds)

Sumber: Reuters

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
OIL

Minyak Terus Naik karena Arus Rusia yang Lebih Rendah Mengim...

Minyak memperpanjang kenaikan terbesarnya dalam hampir empat minggu karena pasokan minyak mentah Rusia yang lebih ketat memba...

11 February 2025 14:35
BIAS23.com NM23 Ai