Emas Sentuh Low Sebulan, Tekanan Energi Dorong Nada Hawkish Bank Sentral
Harga emas turun di bawah US$4.550/oz pada Rabu (29/4), menyentuh level terendah satu bulan, seiring kenaikan harga energi kembali memanaskan kekhawatiran inflasi dan mendorong ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat. Lonjakan minyak dan gas berlanjut menjelang pergantian bulan setelah Presiden AS Donald Trump memberi sinyal belum ada kesepakatan dekat dengan Iran jika isu program nuklir tidak disepakati, memperpanjang gangguan pasokan energi dari Timur Tengah.
Dampaknya terasa pada kanal suku bunga. Tekanan inflasi dari energi ikut memperkuat perpecahan di internal FOMC dan mendorong sebagian pejabat menolak “easing bias” dalam pernyataan terbaru The Fed, meski suku bunga ditahan. Bank of Japan juga menyampaikan sinyal hawkish pada pertemuan terakhirnya, menambah persepsi bahwa ruang pelonggaran global makin sempit.
Bagi emas, kombinasi energi mahal dan nada hawkish bank sentral menjadi beban utama karena suku bunga yang tinggi meningkatkan opportunity cost memegang aset non-yielding. Fokus pasar kini beralih ke keputusan ECB dan Bank of England yang dijadwalkan pada Kamis, untuk mengukur sejauh mana guncangan energi akan diterjemahkan menjadi kebijakan “higher for longer” di Eropa.(Arl)*
Sumber: Newsmaker.id