Dolar Menguat, Kebuntuan Iran dan Pekan Bank Sentral Angkat Permintaan Safe Haven
Dolar AS menguat pada Selasa (28/4) ketika pasar menilai pembicaraan AS–Iran masih buntu, sementara pelaku pasar bersiap menghadapi rangkaian keputusan suku bunga bank sentral pekan ini. Indeks dolar naik 0,2% ke 98,64 pada 16:52 ET, dengan investor kembali mencari pegangan di tengah ketidakpastian arah diplomasi dan harga energi.
Fokus tetap pada Selat Hormuz yang nyaris tertutup, menjaga harga minyak tinggi dan memperkuat kekhawatiran guncangan inflasi berbasis energi. Media melaporkan Presiden Donald Trump tidak puas dengan proposal Iran yang menawarkan pembukaan Hormuz dan pengakhiran konflik, namun menunda pembahasan program nuklir ke tahap berikutnya. CNN menyebut mediator Pakistan menunggu proposal revisi dari Iran dalam beberapa hari. Trump juga menyatakan Iran memberi tahu AS bahwa mereka berada dalam “state of collapse” dan meminta Hormuz dibuka “secepat mungkin”, di tengah persoalan kepemimpinan di Teheran.
Dari Asia, yen melemah tipis setelah Bank of Japan menahan suku bunga di 0,75%, namun keputusan terbelah dengan tiga dari sembilan anggota dewan menyerukan kenaikan ke 1%, jumlah dissent terbanyak sejak Januari 2016. BOJ memberi sinyal kesiapan mengetatkan lebih lanjut sembari memangkas proyeksi pertumbuhan dan menaikkan ekspektasi inflasi. Di G10, euro turun 0,1% ke US$1,1713 dan pound melemah 0,1% ke US$1,3520, sementara pasar menanti keputusan The Fed, ECB, dan BoE dalam minggu yang padat, di tengah sensitivitas dolar terhadap arah minyak, sinyal kebijakan, serta perkembangan proposal Iran berikutnya. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id