Minyak Melemah Seiring AS dan Tiongkok Perpanjang Tenggat Tarif
Harga minyak melemah pada Selasa (12/8) pasca Amerika Serikat dan Tiongkok memperpanjang jeda kenaikan tarif, serta data menunjukkan kenaikan inflasi AS pada Juli.
Kontrak berjangka Brent turun 28 sen, atau 0,42%, menjadi $66,35 per barel pada pukul 10:05 ET. Minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) melemah 43 sen, atau 0,67%, menjadi $63,53 per barel. Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata tarif dengan Tiongkok hingga 10 November, menghindarkan bea masuk ratusan persen pada barang-barang asal Tiongkok saat para peritel AS bersiap menghadapi musim liburan akhir tahun yang krusial.
Langkah ini meningkatkan harapan bahwa kesepakatan dapat dicapai antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut dan menghindari embargo dagang virtual. Tarif berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi global, yang dapat mengurangi permintaan bahan bakar dan menekan harga minyak. Harga konsumen AS naik pada Juli, di mana kenaikan biaya impor akibat tarif mendorong kenaikan terbesar dalam enam bulan pada salah satu ukuran inflasi inti.
Faktor lain yang berpotensi membebani pasar minyak adalah rencana pertemuan Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada Jumat untuk membahas akhir perang di Ukraina. AS telah meningkatkan tekanan pada Rusia untuk mengakhiri konflik, dengan Trump menetapkan tenggat pekan lalu agar Rusia menyetujui perdamaian atau pembeli minyaknya menghadapi sanksi sekunder.
Trump juga telah mendesak India dan Tiongkok untuk mengurangi pembelian minyak dari Rusia.
Sumber: Reuters
a