Saham Jepang Tertekan oleh Kenaikan Minyak
Saham Jepang melemah pada Kamis (30/04), dengan Nikkei 225 turun 1,06% ke 59.285 dan Topix merosot 1,19% ke 3.727. Pelemahan berlanjut dari sesi sebelumnya di tengah lonjakan harga minyak yang memicu kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah.
Sentimen memburuk setelah laporan bahwa militer AS akan memberi pengarahan kepada Presiden Donald Trump terkait potensi langkah terhadap Iran. Trump juga menegaskan AS akan mempertahankan blokade laut terhadap Iran sampai tercapai kesepakatan nuklir. Ketergantungan Jepang pada impor minyak dari Timur Tengah memperbesar sensitivitas pasar terhadap kenaikan harga energi dan risiko geopolitik.
Dari sisi kebijakan, Federal Reserve mempertahankan suku bunga sesuai ekspektasi, meski keputusan itu diwarnai perbedaan suara dari empat pembuat kebijakan. Di dalam negeri, output industri Jepang secara tak terduga turun pada Maret, sementara penjualan ritel tercatat lebih kuat dari perkiraan, memberi sinyal pemulihan konsumsi yang belum merata di sektor riil.
Tekanan terlihat pada saham-saham berkapitalisasi besar, dipimpin Advantest yang jatuh 5%, Fujikura turun 4,9%, serta pelemahan pada Mitsubishi UFJ (-2%), Mitsubishi Heavy (-3,8%), dan Hitachi (-3,3%). Pasar akan memantau arah harga minyak, perkembangan kebijakan AS terkait Iran, serta rilis data lanjutan yang dapat memengaruhi ekspektasi suku bunga global dan prospek sektor sensitif energi di Jepang. (asd)
Sumber: Newsmaker.id