Sentimen Global Tekan Rupiah Indonesia
USD/IDR bergerak menguat pada sesi Asia, mencerminkan pelemahan rupiah di tengah dominasi dolar AS yang kembali menguat pasca keputusan bank sentral Amerika Serikat menahan suku bunga. Sentimen global yang cenderung hati-hati membuat tekanan terhadap mata uang emerging market kembali meningkat.
Penguatan dolar didorong oleh ekspektasi bahwa suku bunga AS akan bertahan lebih tinggi lebih lama, seiring inflasi yang masih menjadi perhatian utama. Kenaikan imbal hasil obligasi AS turut memperkuat arus masuk ke aset dolar, sehingga menekan mata uang negara berkembang termasuk rupiah.
Di sisi lain, lonjakan harga minyak global akibat konflik Timur Tengah menjadi faktor tambahan yang membebani rupiah. Sebagai negara net importir energi, Indonesia menghadapi risiko peningkatan biaya impor, yang dapat memperlebar defisit dan menekan nilai tukar.
Dengan kondisi ini, pergerakan rupiah cenderung dipengaruhi oleh faktor eksternal. Selama dolar tetap kuat dan harga energi tinggi, USD/IDR berpotensi bertahan dalam tren menguat, meskipun intervensi dan kebijakan domestik dapat membantu meredam volatilitas.
Penyebab :
Dolar AS menguat pasca sikap hawkish The Fed
Yield obligasi AS meningkat
Harga minyak global naik
Sentimen risk-off terhadap emerging market
Tekanan eksternal terhadap rupiah.(CP)
Sumber: Newsmaker.id