DXY Stabil, Pasar Fokus ke GDP dan PCE AS
Indeks dolar AS (DXY) bergerak stabil di sekitar 98,95 pada sesi Asia Kamis (30/4), setelah Federal Reserve menahan suku bunga dan pasar mencerna pesan kebijakan yang cenderung hawkish. Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke rilis data utama AS yang berpotensi mengubah ekspektasi suku bunga berikutnya.
The Fed pada Rabu mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75%. Keputusan 8–4 disebut menjadi yang paling terbelah sejak 1992, dengan beberapa dissent terkait komunikasi kebijakan yang dinilai tidak perlu memberi bias pelonggaran.
Dalam pernyataannya, Jerome Powell memperingatkan bahwa ekspektasi inflasi jangka pendek meningkat. Ia juga menyatakan akan tetap berada di Board of Governors untuk periode yang tidak ditentukan, meski masa jabatannya sebagai Chair berakhir 15 Mei.
Pasar merespons dengan menaikkan probabilitas skenario suku bunga lebih tinggi lebih lama. Narasi yang beredar menyebut pasar kini mem-price-in peluang sekitar 55% untuk kenaikan suku bunga pada April 2027, naik tajam dari sekitar 20% sebelum keputusan, menurut Reuters.
Fokus berikutnya adalah rilis awal GDP Q1 dan PCE Price Index Maret pada Kamis. Data yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi mengangkat dolar dalam jangka pendek karena memperkuat ekspektasi kebijakan ketat, sementara hasil yang lebih lemah dapat memicu koreksi jika pasar kembali menilai ruang pelonggaran masih terbuka.
5 inti poin:
- DXY stabil di sekitar 98,95 setelah The Fed mengambil sikap hawkish hold.
- The Fed menahan suku bunga 3,50%–3,75% dengan voting 8–4, paling terbelah sejak 1992.
- Powell memperingatkan ekspektasi inflasi jangka pendek meningkat dan akan tetap di Board setelah 15 Mei.
- Pasar menaikkan pricing peluang kenaikan suku bunga April 2027 ke sekitar 55% (Reuters).
-Data GDP Q1 dan PCE Maret menjadi pemicu utama pergerakan dolar berikutnya.(asd)
Sumber: Newsmaker.id