• Wed, Mar 11, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

18 July 2025 09:59  |

Pasokan Irak Tergerus, Namun Kekhawatiran Tarif Tekan Harga Minyak

Harga minyak sedikit berubah pada hari Jumat(18/7) setelah naik pada sesi sebelumnya karena kekhawatiran serangan pesawat nirawak di ladang minyak Irak utara akan mengurangi pasokan, diimbangi dengan kekhawatiran potensi penurunan permintaan di tengah ketidakpastian kebijakan tarif AS.

Harga minyak mentah Brent berjangka turun 4 sen, atau 0,06%, menjadi $69,48 per barel pada pukul 02.39 GMT, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS turun tipis 3 sen, atau 0,04%, menjadi $67,51 per barel.

Serangan pesawat nirawak selama empat hari di ladang minyak di Kurdistan Irak yang menghentikan setengah dari produksi wilayah tersebut telah mendukung harga, mendorong kedua kontrak naik $1 pada hari Kamis.

Selain itu, permintaan perjalanan musiman telah menopang pasar. Dalam dua minggu pertama bulan Juli, permintaan minyak global rata-rata mencapai 105,2 juta barel per hari (bph), naik 600.000 bph dari tahun sebelumnya dan sebagian besar sesuai dengan perkiraan, ungkap analis JPMorgan dalam sebuah catatan riset.

Namun, ketidakpastian seputar kebijakan tarif final AS, yang tampaknya baru akan selesai setelah 1 Agustus, membebani pasar, seiring dengan rencana produsen minyak utama untuk menghapus pemangkasan produksi yang akan menambah pasokan seiring berakhirnya permintaan musim panas di Belahan Bumi Utara. Untuk minggu ini, baik Brent maupun WTI turun lebih dari 1%.

"Fundamental minyak jangka pendek tetap mendukung, dengan pasar diperkirakan akan tetap cukup ketat sepanjang kuartal ini, sebelum pasokannya membaik sejak tiga bulan terakhir tahun ini," ujar analis ING dalam sebuah catatan. Produksi minyak di wilayah semi-otonom Kurdistan telah dipangkas antara 140.000 dan 150.000 barel per hari, menurut dua pejabat energi, lebih dari separuh produksi normal wilayah tersebut yang sekitar 280.000 barel per hari.

Para pejabat menuding milisi yang didukung Iran sebagai kemungkinan sumber serangan minggu ini di ladang minyak di Kurdistan Irak, meskipun belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab.

Terlepas dari serangan tersebut, pemerintah federal Irak mengatakan pada hari Kamis bahwa Kurdistan Irak akan melanjutkan ekspor minyak melalui pipa ke Turki setelah penghentian selama dua tahun. (az)

Sumber: Investing.com

Related News

OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
OIL

Minyak Terus Naik karena Arus Rusia yang Lebih Rendah Mengim...

Minyak memperpanjang kenaikan terbesarnya dalam hampir empat minggu karena pasokan minyak mentah Rusia yang lebih ketat memba...

11 February 2025 14:35
OIL

Minyak Turun karena Dolar Melonjak Pasca Pemangkasan Suku Bu...

Minyak turun karena ekspektasi untuk lebih sedikit pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tahun depan mendorong dolar. ...

19 December 2024 07:12
BIAS23.com NM23 Ai