• Wed, Mar 11, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

4 July 2025 12:12  |

Harga Minyak Melemah di Tengah Ekspektasi Produksi OPEC

Harga minyak berjangka anjlok pada hari Jumat (4/7) pasca Iran menegaskan kembali komitmennya terhadap nonproliferasi nuklir dan di tengah ekspektasi bahwa produsen utama akan setuju untuk menaikkan produksi mereka akhir pekan ini.

Harga minyak mentah Brent turun 22 sen, atau 0,32%, menjadi $68,58 per barel pada pukul 04.45 GMT, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 12 sen, atau 0,18%, menjadi $66,88.

Perdagangan melemah karena libur Hari Kemerdekaan AS.

Situs web berita AS Axios melaporkan pada hari Kamis bahwa AS berencana untuk bertemu dengan Iran minggu depan untuk memulai kembali perundingan nuklir, sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan Teheran tetap berkomitmen pada Perjanjian Nonproliferasi Nuklir.

"Berita hari Kamis bahwa AS tengah bersiap untuk melanjutkan perundingan nuklir dengan Iran, dan klarifikasi Araqchi bahwa kerja sama dengan badan atom PBB belum dihentikan secara signifikan meredakan ancaman pecahnya permusuhan baru," kata Vandana Hari, pendiri penyedia analisis pasar minyak Vanda Insights. Komentar Araqchi muncul sehari setelah Teheran memberlakukan undang-undang yang menangguhkan kerja sama dengan pengawas nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional. "Namun, koreksi harga mungkin harus menunggu hingga Senin, saat AS kembali beraktivitas setelah libur panjang akhir pekan dan mempertimbangkan keputusan OPEC+ hari Minggu, yang kemungkinan akan menjadi target kenaikan produksi sebesar 411.000 barel per hari pada bulan Agustus," kata Hari.

Sementara OPEC+ akan mengumumkan peningkatan produksi sebesar 411.000 barel per hari untuk bulan Agustus karena ingin mendapatkan kembali pangsa pasar, empat delegasi dari kelompok tersebut mengatakan kepada Reuters. Sementara itu, ketidakpastian atas kebijakan tarif AS kembali muncul saat berakhirnya jeda 90 hari pada tarif yang lebih tinggi.

Washington akan mulai mengirim surat ke negara-negara pada hari Jumat yang menentukan tarif yang akan mereka hadapi atas barang-barang yang dikirim ke Amerika Serikat, sebuah perubahan yang jelas dari janji sebelumnya untuk mencapai sejumlah kesepakatan perdagangan individual.

Presiden Donald Trump mengatakan kepada wartawan sebelum berangkat ke Iowa pada hari Kamis bahwa surat-surat itu akan dikirim ke 10 negara sekaligus, yang menetapkan tarif sebesar 20% hingga 30%.

Jeda 90 hari Trump atas tarif AS yang lebih tinggi berakhir pada tanggal 9 Juli, dan beberapa mitra dagang besar belum mencapai kesepakatan perdagangan, termasuk Uni Eropa dan Jepang.

AS memberlakukan sanksi pada hari Kamis terhadap jaringan yang menyelundupkan minyak Iran yang disamarkan sebagai minyak Irak dan terhadap lembaga keuangan yang dikendalikan Hizbullah, kata Departemen Keuangan. Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman bertemu dengan Presiden Trump dan pejabat lainnya di Gedung Putih, untuk membahas upaya de-eskalasi dengan Iran, demikian laporan media.

Trump juga mengatakan pada hari Kamis bahwa ia akan bertemu dengan perwakilan Iran "jika perlu".

Secara terpisah, Barclays mengatakan pihaknya menaikkan perkiraan harga minyak Brent sebesar $6 menjadi $72 per barel untuk tahun 2025 dan sebesar $10 menjadi $70 per barel untuk tahun 2026 karena prospek permintaan yang membaik.(yds)

Sumber: Reuters

Related News

OIL

Pasokan Tambah, Ekspor Turun: Drama Baru Harga Minyak Dimula...

Harga minyak dunia pada Rabu (2/7) nyaris tak berubah karena pasar menimbang berbagai faktor, mulai dari rencana peningkatan ...

2 July 2025 16:19
OIL

Minyak Terus Naik karena Arus Rusia yang Lebih Rendah Mengim...

Minyak memperpanjang kenaikan terbesarnya dalam hampir empat minggu karena pasokan minyak mentah Rusia yang lebih ketat memba...

11 February 2025 14:35
OIL

Minyak Turun karena Dolar Melonjak Pasca Pemangkasan Suku Bu...

Minyak turun karena ekspektasi untuk lebih sedikit pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tahun depan mendorong dolar. ...

19 December 2024 07:12
OIL

Minyak Terus Turun karena Tanda-tanda Pengurangan Tarif Memi...

Minyak terdorong turun setelah Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan pemerintahan Trump dapat mencabut beberapa ta...

5 March 2025 07:48
BIAS23.com NM23 Ai