• Wed, Aug 19, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

19 August 2026 07:08  |

Minyak Naik Empat Hari, Kebuntuan AS-Iran Jaga Harga Tetap Tinggi

Harga minyak kembali menguat untuk hari keempat berturut-turut pada perdagangan Rabu karena belum ada tanda-tanda kemajuan menuju penyelesaian konflik AS-Iran. WTI naik ke atas US$85 per barel setelah menguat sekitar 4,5% dalam tiga sesi sebelumnya, sementara Brent bertahan di atas US$91 per barel.

Ketegangan antara Washington dan Teheran membuat status Selat Hormuz tetap tidak pasti. Presiden Donald Trump menegaskan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Iran, sementara lalu lintas kapal melalui jalur strategis tersebut masih sangat terbatas. Kondisi ini menjaga kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi dari Teluk Persia.

Amerika Serikat juga berencana meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran sambil tetap mempertahankan blokade pelabuhan negara tersebut. Menteri Keuangan AS Scott Bessent memberi sinyal bahwa paket sanksi baru yang lebih keras dapat diumumkan pekan ini untuk menekan Teheran agar menerima tuntutan Washington.

Risiko geopolitik semakin besar setelah Uni Emirat Arab menyatakan akan menangguhkan seluruh transaksi perdagangan dan keuangan dengan Iran di tengah eskalasi kawasan. Di sisi lain, konflik Rusia-Ukraina juga ikut memperketat pasar energi setelah serangan terhadap kilang dan gangguan ekspor produk olahan membuat pasokan diesel global semakin ketat.

Dari sisi persediaan, American Petroleum Institute melaporkan penurunan stok minyak mentah AS, termasuk di hub Cushing, Oklahoma. Persediaan distilat yang mencakup diesel juga dilaporkan turun. Ketatnya pasokan produk olahan membuat margin pengolahan diesel di AS melonjak ke level tertinggi sepanjang masa.

Analisis Newsmaker: Momentum minyak masih cenderung bullish selama diplomasi AS-Iran tetap buntu, Hormuz belum kembali normal, dan stok energi menunjukkan penurunan. Jika tekanan geopolitik meningkat, Brent berpeluang bertahan di atas US$91 dan menguji area yang lebih tinggi. Namun, reli dapat tertahan jika arus ekspor Teluk membaik atau sanksi baru AS tidak memicu gangguan pasokan tambahan.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai