Konflik Memanas, Minyak Melonjak di Atas 3%
Harga minyak naik tajam pada perdagangan Rabu (29/7) setelah ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat. Brent menguat US$3,04 atau 3,6% menjadi US$87,13 per barel, sedangkan WTI naik US$2,80 atau 3,5% ke US$82,06.
Kenaikan terjadi setelah Amerika Serikat dan Arab Saudi melancarkan serangan terhadap kelompok yang didukung Iran di Irak. Kelompok tersebut dituduh melakukan serangan drone terhadap fasilitas minyak Saudi.
Ketegangan semakin tinggi setelah militer AS menyatakan berhasil menggagalkan serangan rudal Iran terhadap pasukan Amerika di kawasan. Perkembangan ini menghidupkan kembali kekhawatiran terhadap meluasnya konflik.
Pasar juga mencermati Selat Hormuz setelah Iran menolak usulan Oman mengenai pengelolaan bersama jalur tersebut. Teheran masih ingin mempertahankan kendali atas aktivitas pelayaran di salah satu jalur energi terpenting dunia.
Lalu lintas kapal komoditas melalui Selat Hormuz masih sangat terbatas. Sementara itu, pergerakan kapal melalui Bab el-Mandeb meningkat menjadi 39 kapal pada Selasa, tertinggi sejak 19 Juli, sebelum kembali turun menjadi lima kapal pada Rabu.
Selama konflik terus meningkat dan pengiriman melalui Hormuz belum pulih, harga minyak berpotensi tetap mendapat dukungan. Namun, arah berikutnya masih bergantung pada perkembangan militer, keamanan fasilitas energi Saudi, dan perubahan arus kapal di kawasan.(yds)
Sumber: Newsmaker.id