Konflik Memanas, Minyak Melonjak di Atas 3%
Harga minyak naik setelah ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat. Brent menguat US$3,04 atau 3,6% menjadi US$87,13 per barel, sedangkan WTI naik US$2,80 atau 3,5% ke US$82,06.
Kenaikan terjadi setelah Amerika Serikat dan Arab Saudi melancarkan serangan terhadap kelompok yang didukung Iran di Irak. Kelompok tersebut dituduh melakukan serangan drone terhadap fasilitas minyak Saudi.
Ketegangan semakin tinggi setelah militer AS menyatakan berhasil menggagalkan serangan rudal Iran terhadap pasukan Amerika di kawasan. Perkembangan ini menghidupkan kembali kekhawatiran terhadap meluasnya konflik.
Pasar juga mencermati Selat Hormuz setelah Iran menolak usulan Oman mengenai pengelolaan bersama jalur tersebut. Teheran masih ingin mempertahankan kendali atas aktivitas pelayaran di salah satu jalur energi terpenting dunia.
Lalu lintas kapal komoditas melalui Selat Hormuz masih sangat terbatas. Sementara itu, pergerakan kapal melalui Bab el-Mandeb meningkat menjadi 39 kapal pada Selasa, tertinggi sejak 19 Juli, sebelum kembali turun menjadi lima kapal pada Rabu.
Harga minyak pada saat analisis ini dirilis: $84.68
- Beli jika harga bergerak ke $84.60
- Jual jika harga bergerak ke $84.75
Resisten 2: $85.00
Resisten 1: $84.85
Support 1: $84.55
Support 2: $84.35
Catatan: Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Harap mempengaruhi dampak perkembangan fundamental dan teknikal terhadap perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id