Pasar Waspada, Emas Kehilangan Tenaga
Harga emas turun pada perdagangan Selasa (28/7) menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve. Emas spot melemah 1,1% menjadi US$4.032,42 per troy ounce, sementara kontrak berjangka Agustus turun ke US$4.032,40.
Tekanan terhadap emas berasal dari dolar AS yang bertahan dekat level tertinggi dalam satu bulan. Dolar yang masih bertahan kuat membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Harga emas telah turun sekitar 24% sejak konflik AS-Israel dengan Iran dimulai pada akhir Februari. Pasar khawatir perang dapat mendorong inflasi dan membuat suku bunga bertahan tinggi lebih lama.
Investor kini menantikan keputusan The Fed dan komentar Ketua Kevin Warsh pada Rabu. Pasar memperkirakan peluang sebesar 69% bahwa suku bunga akan dipertahankan, sedangkan kemungkinan kenaikan pada September mencapai 77%.
Data inflasi PCE AS yang dirilis Kamis juga akan menjadi perhatian pasar. Commerzbank memangkas proyeksi harga emas akhir tahun sebesar US$300 menjadi US$4.500 per troy ounce karena ekspektasi suku bunga tinggi masih menahan permintaan ETF emas.
Logam mulia lainnya ikut melemah, dengan perak turun 2,2% ke US$57,10, platinum melemah 1,4% menjadi US$1.599,26, dan paladium jatuh 2,4% ke US$1.260,13. Emas berpotensi tetap tertekan apabila The Fed memberikan sinyal kenaikan suku bunga lebih lanjut. (arl)
Sumber: Newsmaker.id