Harga Minyak Melemah, Dialog AS-Iran Redam Risiko Hormuz
Harga minyak bergerak melemah tipis pada perdagangan Selasa (30/6), seiring pelaku pasar mencermati peluang dimulainya kembali pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran. Harapan dialog tersebut sedikit meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak, meskipun risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah belum sepenuhnya hilang.
Pada pukul 04.56 waktu timur AS atau 08.56 GMT, harga minyak Brent turun 0,6% ke level US$72,69 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,5% ke posisi US$70,41 per barel. Pergerakan ini menunjukkan pasar masih berhati-hati setelah harga minyak sebelumnya sempat tertekan tajam usai munculnya kesepakatan damai sementara.
Ketegangan antara Washington dan Teheran masih menjadi perhatian utama pasar. Kedua negara dilaporkan sempat menghentikan eskalasi konflik di sekitar Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi lintasan sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Meski Presiden Donald Trump menyatakan pembicaraan damai akan berlanjut di Doha, Iran belum memberikan kepastian untuk kembali bernegosiasi dengan AS pekan ini.
Di sisi lain, pejabat Gedung Putih menegaskan bahwa Selat Hormuz kini telah terbuka untuk lalu lintas kapal tanker. Namun, ketidakpastian tetap muncul setelah Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyatakan Teheran tetap akan melanjutkan rencana pengawasan bersama lalu lintas maritim di selat tersebut, meskipun Oman memilih tidak ikut serta.
Analis ANZ menilai, peluang meningkatnya kendali Iran terhadap lalu lintas di Selat Hormuz dapat memperlambat pemulihan ekspor minyak mentah dari Teluk Persia. Risiko pengiriman yang masih tinggi juga dinilai masih membayangi prospek pasokan minyak dari kawasan tersebut, sehingga harga minyak berpotensi tetap sensitif terhadap perkembangan geopolitik.(yds)
Sumber: Newsmaker.id