Morgan Stanley: Ini Prediksi Harga Minyak!
Morgan Stanley memangkas proyeksi harga minyak karena arus pengiriman melalui Selat Hormuz pulih lebih cepat dari perkiraan. Selain itu, pasokan minyak Amerika Serikat yang masih kuat dan permintaan China yang lemah meningkatkan risiko kelebihan pasokan di pasar global.
Bank tersebut menurunkan proyeksi Dated Brent untuk kuartal III-2026 sebesar US$15 menjadi US$75 per barel. Morgan Stanley juga memperkirakan harga minyak dapat turun lebih jauh ke level US$70 per barel pada kuartal III tahun depan.
Analis Morgan Stanley menilai ekspor melalui Selat Hormuz kembali membaik lebih cepat dari dugaan. Mereka juga menyebut dua faktor utama yang membantu pasar beradaptasi dalam beberapa bulan terakhir masih bertahan, yaitu ekspor minyak AS yang tinggi dan impor China yang rendah.
Meski lalu lintas kapal di Selat Hormuz sempat melambat pada akhir pekan setelah dua kapal terkena serangan, sejumlah tanda menunjukkan perusahaan tanker dan awak kapal masih bersedia melintasi jalur tersebut. Hal ini penting karena Selat Hormuz menjadi jalur utama untuk membuka kembali pasokan minyak dari kawasan kaya energi.
Morgan Stanley mencatat ada 35 kapal tanker minyak dan gas yang keluar dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz pada Kamis. Angka ini kembali mendekati kisaran normal sebelum konflik dimulai pada Februari. Sementara itu, Brent yang sempat melonjak di atas US$126 per barel pada April kini telah menghapus sebagian besar kenaikannya dan kontrak September ditutup di US$73,91 per barel pada Senin.(asd)*
Source: newsmaker.id