Gencatan Senjata Israel-Iran Tekan Minyak, China Pangkas Pembelian
Harga minyak turun pada Selasa (9/6) setelah Israel dan Iran sepakat menghentikan serangan pasca eskalasi kekerasan, sementara data terbaru menunjukkan penurunan impor minyak China ke level terendah dalam lebih dari delapan tahun. Brent turun di bawah $93 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di sekitar $89.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan negaranya menahan serangan terhadap Iran untuk saat ini, tetapi akan merespons jika Tehran melancarkan serangan. Media Iran menyampaikan sentimen serupa. Sementara itu, pembelian minyak oleh China jatuh menjadi 7,8 juta barel per hari, turun hampir 4 juta barel dibandingkan rata-rata 2025. Penurunan permintaan ini, dikombinasikan dengan ekspor AS yang tinggi dan pelepasan cadangan darurat, membantu menahan lonjakan harga lebih lanjut meski minyak tetap 25% di atas level pra-perang.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa negosiasi perdamaian dengan Iran berada di tahap akhir, dan pihaknya dapat memperoleh gambaran kesepakatan dalam satu atau dua hari. Meskipun gencatan senjata rapuh telah diumumkan sejak awal April, Selat Hormuz masih dibatasi oleh blokade ganda yang dijaga Tehran dan Washington, membatasi pasokan minyak, bahan bakar, dan gas ke pasar global.
Pemulihan normal aliran minyak masih menghadapi banyak rintangan, termasuk penghapusan ranjau di Hormuz, pembukaan kembali ladang yang tutup, serta perbaikan infrastruktur energi yang rusak akibat serangan drone dan rudal. Analis menilai harga minyak masih bergerak “headline driven” dan perlu berada di triple digit untuk sepenuhnya mencerminkan stok yang menipis.
Pasar kini memantau dua faktor utama: stabilitas gencatan senjata Iran-Israel dan dinamika permintaan global, terutama dari China, sebagai kunci keseimbangan harga minyak dalam beberapa bulan mendatang.
5 Poin Penting:
Brent turun di bawah $93 dan WTI sekitar $89 setelah gencatan senjata Israel-Iran.
Impor minyak China turun ke 7,8 juta barel per hari, level terendah lebih dari 8 tahun.
Selat Hormuz tetap diblokade sebagian, membatasi pasokan global meski ada gencatan senjata.
Normalisasi aliran minyak akan memerlukan penghapusan ranjau, perbaikan infrastruktur, dan pembukaan ladang.
Harga minyak tetap “headline driven”; stok global yang menipis menjaga harga di atas level pra-perang.(yds)
Sumber: Newsmaker.id