• Fri, Apr 24, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

24 April 2026 09:38  |

Pulihnya Produksi Teluk Bisa Berbulan-bulan, Risiko Pasokan Masih Menekan Minyak!

Produksi minyak mentah di Teluk Persia yang terganggu perang Iran diperkirakan membutuhkan waktu “beberapa bulan” untuk sebagian besar pulih, dengan asumsi Selat Hormuz dibuka penuh dan tidak ada serangan baru, menurut Goldman Sachs. Penilaian ini menegaskan bahwa pemulihan pasokan bukan hanya soal keputusan politik membuka jalur pelayaran, tetapi juga kesiapan operasional di lapangan.

Goldman memperkirakan pada April, output kawasan tersebut terpangkas sekitar 14,5 juta barel per hari atau 57%. Skala gangguan ini menunjukkan efek konflik sudah masuk ke level pasokan fisik, bukan sekadar sentimen pasar, sehingga pasar cenderung mempertahankan premi risiko selama tanda-tanda normalisasi belum terlihat.

Rincian pemangkasan yang diperkirakan Goldman mencakup penurunan sekitar 4 juta bph di Arab Saudi, 3 juta bph di Irak, 2,5 juta bph di Iran, 2,7 juta bph di UEA, 1,2 juta bph di Kuwait, dan 1 juta bph di Qatar. Angka-angka tersebut menggambarkan gangguan yang luas lintas produsen utama, sehingga pemulihan biasanya berlangsung bertahap.

Menurut Goldman, semakin lama Hormuz efektif tertutup, semakin lama pemangkasan berlangsung dan semakin lambat pemulihan produksi. Alasannya mencakup potensi pekerjaan tambahan di sumur, pengadaan input yang menipis seperti pipa dan material, serta kendala transport yang menghambat normalisasi rantai pasok energi.

Meski begitu, Goldman menilai masih ada dasar untuk pemulihan yang “solid” jika kerusakan fisik ladang terbatas. Mereka menyoroti proyeksi Saudi Aramco bahwa kenaikan produksi dapat dilakukan relatif cepat, serta peluang Arab Saudi dan UEA memanfaatkan spare capacity. Dalam skenario ramp-up, hambatan kunci bergeser ke faktor teknis seperti laju alir sumur dan kemampuan transport, yang sangat dipengaruhi kapasitas pipa, ketersediaan material dan tenaga kerja, serta kompleksitas reservoir.

Ke depan, gambaran harga minyak cenderung tetap volatil dan bertahan sensitif pada dua pemicu: status pembukaan Hormuz dan kecepatan pemulihan produksi/transport. Jika Hormuz pulih penuh dan ramp-up berjalan lancar, tekanan harga berpotensi mereda bertahap. Namun jika penutupan berkepanjangan atau pemulihan tersendat, Goldman menilai fase pemulihan terakhir bisa jauh lebih lama atau tidak sepenuhnya terjadi, sehingga bias harga minyak tetap ditopang risiko pasokan dalam horizon beberapa bulan.(asd)

Sumber : Newsmaker.id*

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai