• Mon, Mar 9, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

9 March 2026 16:19  |

Minyak Melonjak 15% Lebih, Krisis Hormuz Picu Kekhawatiran Pasokan

Harga minyak memangkas kenaikan dari puncak sesi pada Senin, tetapi masih melonjak lebih dari 15% ke level tertinggi sejak pertengahan 2022, didorong pemangkasan pasokan oleh sejumlah produsen dan kekhawatiran gangguan pengiriman berkepanjangan akibat meluasnya perang AS-Israel dengan Iran. Brent naik US$15,51 atau 16,7% ke US$108,20 per barel, sementara WTI naik US$14,23 atau 15,7% ke US$105,13.

Lonjakan dipicu gangguan pergerakan tanker dan meningkatnya risiko keamanan, yang sudah memperlambat aktivitas pelayaran. Asia dinilai paling rentan karena banyak pembeli bergantung pada minyak Timur Tengah, sementara krisis berpusat di sekitar Selat Hormuz—jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Sebelumnya pada hari yang sama, WTI sempat melesat 31,4% hingga US$119,48 per barel dan Brent naik sekitar 29% ke US$119,50.

Kenaikan kemudian mereda setelah Financial Times melaporkan para menteri keuangan G7 dan International Energy Agency akan membahas kemungkinan pelepasan darurat cadangan minyak secara bersama. Saudi Aramco juga menawarkan pasokan minyak untuk pengiriman cepat lewat serangkaian tender yang jarang dilakukan, membantu menahan kepanikan pasokan di pasar spot.

Di sisi pasokan regional, Irak dan Kuwait mulai memangkas produksi, menyusul pemangkasan LNG dari Qatar, sementara analis memperkirakan UEA dan Arab Saudi berisiko ikut memangkas output ketika kapasitas penyimpanan minyak menipis. Gangguan juga merambah hilir: Bahrain’s BAPCO mengumumkan force majeure setelah serangan pada kompleks kilang, sementara insiden keamanan lain dilaporkan di zona industri minyak Fujairah di UEA dan upaya intersepsi drone menuju ladang minyak Shaybah di Arab Saudi.

Faktor politik turut menambah premi risiko, termasuk penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran berikutnya yang dinilai menguatkan posisi kelompok garis keras di Teheran. Sejumlah analis memperingatkan tekanan harga bisa bertahan selama aliran minyak di Hormuz belum pulih dan eskalasi belum mereda, apalagi jika situasi memaksa penutupan sumur yang dapat memperlambat pemulihan produksi. Di AS, seruan pelepasan cadangan minyak strategis juga menguat setelah lonjakan harga memperbesar risiko “kejutan harga” bagi rumah tangga dan bisnis.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
OIL

Brent Stabil, Risiko Hormuz Belum Hilang

Harga minyak bergerak stabil setelah Amerika Serikat dan Iran menyampaikan nada positif dalam pembicaraan terkait program nuk...

18 February 2026 15:41
BIAS23.com NM23 Ai