Emas Rebound Tipis, Hormuz dan Arah Suku Bunga Masih Menahan Laju
Harga emas memulihkan sebagian pelemahan dua hari terakhir setelah Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran dan membuka ruang waktu tambahan untuk mengatur pembicaraan damai baru. Namun penguatan bullion tetap terbatas karena ketegangan di Selat Hormuz belum mereda dan pasar masih menimbang risiko inflasi dari guncangan energi.
Emas sempat naik hingga 1,1% sebelum memangkas sebagian kenaikan pada jam perdagangan AS hari Rabu (22/4). Washington dan Teheran masih terkunci dalam perebutan pengaruh di Selat Hormuz setelah gagal menggelar putaran baru perundingan, dengan kedua pihak sama-sama membatasi rute pelayaran untuk meningkatkan leverage selama periode gencatan senjata yang diperpanjang. Trump mengatakan gencatan senjata yang disepakati 7 April akan berlaku tanpa batas hingga Iran menyerahkan proposal perdamaian baru, sementara Teheran menyatakan belum berencana ikut negosiasi dalam waktu dekat. Gedung Putih juga menegaskan Trump belum menetapkan tenggat pasti untuk menerima proposal Iran.
Di pasar makro, minyak menguat tipis dengan Brent bertahan di atas US$100 per barel. Pada saat yang sama, indeks dolar berbalik melemah setelah kenaikan sesi sebelumnya, sementara imbal hasil Treasury bergerak lebih tinggi—kombinasi yang membuat pergerakan emas menjadi tarik-menarik. Perang yang memasuki pekan kedelapan terus memicu guncangan pasokan energi dan menjaga risiko inflasi, sehingga meningkatkan peluang bank sentral menahan suku bunga lebih lama atau bahkan menaikkan, yang secara teoritis menjadi hambatan bagi aset non-yielding seperti emas.
Sejumlah pelaku pasar menilai posisi emas kini “lebih bersih” dibanding sebelum konflik, ketika aktivitas spekulatif dan posisi berleverage tinggi lebih dominan. Arus masuk ETF emas juga disebut pulih konsisten dalam tiga pekan terakhir, meski momentum kenaikan melambat dalam sepekan terakhir dengan indikasi jual dari Asia saat harga mendekati area US$4.850. Pada penutupan, spot gold naik 0,4% ke US$4.738,65/oz (16:50 New York), sementara perak menguat 1,3% ke US$77,71/oz; platinum dan palladium turut naik.
Pasar kini akan memantau kelanjutan proses proposal Iran, dinamika blokade dan insiden pelayaran di Hormuz, arah dolar dan yield AS, pergerakan Brent di atas US$100, serta konsistensi arus ETF dan respons jual Asia di sekitar area US$4.850.(Arl)*
Sumber: Newsmaker.id