• Mon, Feb 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

16 February 2026 19:13  |

Minyak Bergerak Fluktuatif Jelang Pembicaraan AS - Iran di Jenewa

Harga minyak bergerak naik-turun pada awal pekan, seiring pelaku pasar memantau risiko geopolitik menjelang kelanjutan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang diperkirakan berlangsung pada Selasa di Jenewa. Pasar cenderung menahan posisi karena hasil negosiasi dinilai berpotensi memengaruhi premi risiko dan arah harga dalam waktu dekat.

Kontrak Brent diperdagangkan mendekati $68 per barel setelah mencatat penurunan mingguan beruntun pertama tahun ini, sementara WTI bertahan di sekitar $63 per barel. Perhatian pasar juga tertuju pada laporan bahwa Garda Revolusi Iran tengah menggelar latihan angkatan laut di wilayah Selat Hormuz, jalur penting yang mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Dari sisi politik, pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut “pergantian rezim” sebagai hasil terbaik bagi Iran menambah tekanan terhadap Teheran menjelang perundingan. Kombinasi latihan militer dan retorika politik tersebut meningkatkan sensitivitas pasar terhadap headline geopolitik, terutama karena kawasan tersebut berperan besar dalam pasokan energi global.

Aktivitas perdagangan diperkirakan lebih tipis karena libur di AS dan Kanada pada Senin serta libur Tahun Baru Imlek di China sepanjang pekan. Likuiditas yang menurun berpotensi membuat pergerakan harga lebih mudah berayun, meski tanpa adanya perubahan fundamental yang besar.

Secara tahunan, minyak telah menguat lebih dari 10% karena meningkatnya ketegangan dengan Iran dan potensi gangguan pasokan di kawasan yang menyumbang sekitar sepertiga produksi minyak dunia, mengalahkan kekhawatiran kelebihan pasokan global. Namun, sebagian kenaikan itu terkikis ketika risiko serangan dalam waktu dekat mereda dan setelah International Energy Agency (IEA) memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan tahun ini.

Analis menilai hasil perundingan AS–Iran akan menjadi penentu utama. Jika ketegangan mereda, Brent berpotensi kembali turun menuju area $60. Di saat yang sama, perhatian pasar juga tertuju pada pembicaraan yang dipimpin AS untuk mengakhiri perang di Ukraina yang dijadwalkan dimulai Selasa di Jenewa, meski peluang berakhir cepat dinilai tipis. Pada pembaruan terakhir, Brent April naik tipis ke $67,87 per barel (pukul 11:36 London), sementara WTI Maret berada di $62,98 per barel.(alg)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Greenland & Tarif Trump Bikin Market Minyak Waspada

Harga minyak cenderung stabil di sesi Asia pada Senin setelah pekan lalu bergerak liar karena isu risiko pasokan Iran. Fokus ...

19 January 2026 10:48
BIAS23.com NM23 Ai