Minyak Bergerak Fluktuatif Jelang Pembicaraan AS - Iran di Jenewa
Harga minyak bergerak naik-turun pada awal pekan, seiring pelaku pasar memantau risiko geopolitik menjelang kelanjutan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang diperkirakan berlangsung pada Selasa di Jenewa. Pasar cenderung menahan posisi karena hasil negosiasi dinilai berpotensi memengaruhi premi risiko dan arah harga dalam waktu dekat.
Kontrak Brent diperdagangkan mendekati $68 per barel setelah mencatat penurunan mingguan beruntun pertama tahun ini, sementara WTI bertahan di sekitar $63 per barel. Perhatian pasar juga tertuju pada laporan bahwa Garda Revolusi Iran tengah menggelar latihan angkatan laut di wilayah Selat Hormuz, jalur penting yang mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Dari sisi politik, pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut “pergantian rezim” sebagai hasil terbaik bagi Iran menambah tekanan terhadap Teheran menjelang perundingan. Kombinasi latihan militer dan retorika politik tersebut meningkatkan sensitivitas pasar terhadap headline geopolitik, terutama karena kawasan tersebut berperan besar dalam pasokan energi global.
Aktivitas perdagangan diperkirakan lebih tipis karena libur di AS dan Kanada pada Senin serta libur Tahun Baru Imlek di China sepanjang pekan. Likuiditas yang menurun berpotensi membuat pergerakan harga lebih mudah berayun, meski tanpa adanya perubahan fundamental yang besar.
Secara tahunan, minyak telah menguat lebih dari 10% karena meningkatnya ketegangan dengan Iran dan potensi gangguan pasokan di kawasan yang menyumbang sekitar sepertiga produksi minyak dunia, mengalahkan kekhawatiran kelebihan pasokan global. Namun, sebagian kenaikan itu terkikis ketika risiko serangan dalam waktu dekat mereda dan setelah International Energy Agency (IEA) memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan tahun ini.
Analis menilai hasil perundingan AS–Iran akan menjadi penentu utama. Jika ketegangan mereda, Brent berpotensi kembali turun menuju area $60. Di saat yang sama, perhatian pasar juga tertuju pada pembicaraan yang dipimpin AS untuk mengakhiri perang di Ukraina yang dijadwalkan dimulai Selasa di Jenewa, meski peluang berakhir cepat dinilai tipis. Pada pembaruan terakhir, Brent April naik tipis ke $67,87 per barel (pukul 11:36 London), sementara WTI Maret berada di $62,98 per barel.(alg)
Sumber: Newsmaker.id