Emas Turun Pada Perdagangan Tipis Bertahan Di $5.000
Logam mulia bergerak melemah dalam perdagangan yang cenderung sepi, seiring banyak pelaku pasar di Asia tidak aktif karena libur Tahun Baru Imlek, sementara pasar Amerika Serikat juga tutup. Kondisi ini membuat likuiditas menurun dan pergerakan harga lebih dipengaruhi penyesuaian posisi jangka pendek.
Harga emas turun sekitar 0,9% namun masih bertahan di sekitar level psikologis $5.000 per ons. Pada Jumat, emas sempat menguat 2,4% setelah data inflasi AS yang moderat meredakan kekhawatiran lonjakan harga, sekaligus memperkuat argumen bahwa Federal Reserve memiliki ruang untuk memangkas suku bunga—faktor yang umumnya mendukung emas karena tidak memberikan imbal hasil bunga.
Meski demikian, pelaku pasar menilai emas masih berada pada fase konsolidasi. Strategis Pepperstone Group, Dilin Wu, menyebut pasar masih “menyeimbangkan ulang” posisi bullish dan bearish tanpa katalis yang cukup kuat untuk menembus rentang perdagangan. Ia menambahkan, area $5.100 beberapa kali gagal ditembus karena aksi ambil untung di puncak memicu tekanan jual.
Dengan pasar China daratan ditutup sepanjang pekan, likuiditas selama jam perdagangan Asia menjadi lebih tipis dari biasanya. Di sisi permintaan, minat ritel terhadap logam mulia di China disebut tetap tinggi dalam beberapa bulan terakhir, mendorong otoritas di Shenzhen mengeluarkan peringatan tegas terkait “aktivitas perdagangan emas ilegal,” termasuk aplikasi yang menawarkan leverage bagi investor ritel dan siaran langsung yang mempromosikan penjualan emas batangan.
Di pasar perak, kondisi pasokan domestik China dilaporkan masih sangat ketat, meski mulai terlihat tanda pelonggaran dalam beberapa hari terakhir. Persediaan di Bursa Emas Shanghai dan Bursa Berjangka Shanghai berada di level terendah sepanjang sejarah, sementara harga kontrak perak untuk pengiriman dekat diperdagangkan jauh di atas kontrak jangka lebih panjang—pola yang tidak lazim karena kurva berjangka umumnya menanjak.
Pedagang Heraeus Precious Metals, Marc Loeffert, menyatakan terdapat indikasi awal bahwa intensitas spekulasi mulai mereda di Bursa Berjangka Shanghai. Perubahan aturan bursa yang membatasi laju arus keluar persediaan dinilai dapat mengurangi ketatnya pasokan domestik. Ia juga menyoroti reli perak yang cepat mulai menekan penggunaan perak pada industri panel surya, sehingga ke depan harga perak berpotensi lebih rentan terhadap perubahan sentimen investor. Pada pembaruan terakhir, emas spot turun 0,9% ke $4.996,55 per ons, sementara perak turun 0,9% ke $76,73; indeks dolar Bloomberg naik tipis 0,1%.(alg)
Sumber: Newsmaker.id