• Mon, Feb 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

16 February 2026 20:03  |

Iran Temui Kepala IAEA Jelang Putaran Kedua Pembicaraan dengan AS

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan akan bertemu dengan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi pada Senin di Jenewa, menjelang putaran kedua pembicaraan nuklir Iran–AS yang bertujuan meredakan sengketa program nuklir Teheran dan mencegah konflik baru. Langkah ini terjadi di tengah meningkatnya tensi regional, termasuk pengerahan kapal perang AS ke Timur Tengah.

Araqchi mengatakan ia datang dengan “ide-ide nyata” untuk mencapai kesepakatan yang adil, namun menegaskan bahwa “penyerahan diri di hadapan ancaman” bukan bagian dari pembahasan. Sebelumnya, kedua pihak telah melakukan pembicaraan tidak langsung di Oman pada awal bulan ini sebagai pembuka jalur negosiasi.

Perbedaan posisi negosiasi masih lebar. Washington mendorong perluasan cakupan pembicaraan ke isu non-nuklir seperti persenjataan rudal, sementara Teheran menegaskan hanya bersedia membahas pembatasan program nuklirnya sebagai imbalan pencabutan sanksi dan menolak tuntutan “pengayaan uranium nol”. Iran juga menekankan program nuklirnya disebut murni untuk tujuan sipil.

Di sisi pengawasan, IAEA terus meminta kejelasan mengenai status persediaan sekitar 440 kg uranium yang diperkaya, serta akses inspeksi penuh kembali, termasuk ke tiga lokasi utama yang dibom pada Juni lalu: Natanz, Fordow, dan Isfahan. Pertemuan Araqchi–Grossi disebut akan dihadiri pakar nuklir untuk pembahasan teknis yang mendalam terkait isu verifikasi dan akses inspeksi.

Risiko keamanan menambah sensitivitas negosiasi. Reuters melaporkan AS telah mengirim kapal induk kedua dan menyiapkan opsi operasi yang berpotensi berlangsung beberapa pekan jika pembicaraan tidak membuahkan hasil. Di Iran, latihan kesiapsiagaan—termasuk skenario pertahanan kimia di kawasan energi—juga dilakukan untuk memperkuat antisipasi terhadap potensi eskalasi.

Dari Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa kesepakatan apa pun harus mencakup pembongkaran infrastruktur nuklir Iran, bukan sekadar menghentikan proses pengayaan, serta mendorong agar material yang diperkaya dikeluarkan dari Iran. Pernyataan ini menambah tekanan politik di sekitar jalur diplomasi, di saat Iran menekankan pendekatan “membangun kepercayaan” bahwa pengayaan dilakukan untuk tujuan damai.(alg)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com NM23 Ai