Damai Ukraina Macet, Harga Minyak Tetap Tertekan — Ada Apa?
Harga minyak bergerak turun tipis pada perdagangan Asia hari Rabu setelah mencatat penurunan lebih dari 1% di sesi sebelumnya. Pasar masih mencerna hasil pembicaraan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Rusia mengenai upaya menghentikan perang di Ukraina. Brent untuk Februari turun 0,3% ke $62,24 per barel, sementara WTI juga melemah 0,3% ke $58,44 per barel.
Pertemuan lima jam di Kremlin antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan utusan AS Steve Witkoff serta Jared Kushner berakhir tanpa kesepakatan. Meski disebut “konstruktif,” Rusia menyatakan perbedaan pendapat soal wilayah seperti Donbas masih menjadi hambatan utama. Di tengah usaha diplomasi itu, Ukraina tetap melancarkan serangan ke infrastruktur energi Rusia, sehingga ancaman gangguan pasokan minyak Rusia masih membayangi pasar.
Ketegangan makin meningkat setelah Moskow memperingatkan bahwa mereka bisa menargetkan kapal negara-negara yang mendukung Ukraina. Ancaman ini muncul menyusul serangan Ukraina terhadap kapal Rusia, sehingga pasar tetap menambahkan risiko geopolitik dalam harga minyak, meski pembicaraan damai masih berlangsung.
Dari sisi pasokan, data API menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS sebesar 2,48 juta barel dalam sepekan hingga 28 November. Penurunan besar ini biasanya mendukung kenaikan harga minyak karena menandakan konsumsi meningkat. Namun, pelaku pasar tetap berhati-hati menunggu data resmi dari EIA yang akan dirilis hari ini, termasuk laporan stok bensin dan distilat.(asd)
Sumber: Newsmaker.id