Minyak Dunia Stabil, Pasar Tunggu Arah Pembicaraan Rusia–Ukraina
Harga minyak bergerak stabil pada Kamis (27/11) karena pelaku pasar menimbang perkembangan pembicaraan untuk mengakhiri perang di Ukraina terhadap dampak sanksi Barat terhadap pasokan Rusia, sementara aktivitas perdagangan diperkirakan tetap tipis akibat libur Thanksgiving di Amerika Serikat.
Kontrak berjangka Brent naik 5 sen atau 0,1% menjadi $63,18 per barel pada pukul 14.12 GMT, sementara minyak mentah AS jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 18 sen atau 0,3% ke $58,83 per barel.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada Kamis bahwa garis besar rancangan rencana perdamaian yang dibahas oleh Amerika Serikat dan Ukraina bisa menjadi dasar kesepakatan di masa depan untuk mengakhiri konflik di Ukraina. Putin juga menyebut bahwa jika pasukan Ukraina mundur dari posisi yang mereka kuasai di area kunci, maka pertempuran akan berhenti, namun jika tidak, Rusia akan mencapai tujuannya dengan kekuatan militer.
Pejabat AS dan Ukraina terus berupaya mempersempit perbedaan pandangan terkait rencana Presiden Donald Trump untuk mengakhiri konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II. Kyiv berhati-hati agar tidak dipaksa menerima kesepakatan yang sebagian besar berpihak pada Rusia, termasuk soal konsesi wilayah.
“Volatilitas geopolitik masih berlanjut dan harapan akan gencatan senjata potensial antara Rusia dan Ukraina telah menetralkan kekhawatiran pasokan yang muncul dari sanksi baru AS terhadap produsen utama Rusia,” tulis Barclays dalam sebuah catatan.
Sementara itu, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya (OPEC+) kemungkinan akan mempertahankan level produksi minyak tidak berubah pada pertemuan hari Minggu, serta menyepakati mekanisme untuk menilai kapasitas produksi maksimum masing-masing anggota, menurut dua delegasi kelompok tersebut dan satu sumber yang mengetahui pembicaraan OPEC+ kepada Reuters.
Delapan negara OPEC+ yang secara bertahap menaikkan produksi sepanjang 2025 diperkirakan akan mempertahankan kebijakan untuk menghentikan sementara kenaikan produksi pada kuartal pertama 2026, kata dua delegasi itu.
Membatasi penurunan harga minyak, ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve AS pada Desember terus meningkat. Suku bunga yang lebih rendah biasanya mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat permintaan minyak.(yds)
Sumber: Reuters.com