Emas Menuju Gain Minggguan; Tarif Impor untuk Emas Batangan?
Harga emas naik pada hari Jumat (8/8) dan menuju penguatan mingguan, di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi akibat pemberlakuan tarif dagang oleh Presiden AS Donald Trump.
Per pukul 05:05 waktu AS (09:05 GMT), emas spot naik 0,1% menjadi $3.397,69 per ons, sementara emas berjangka COMEX untuk pengiriman Desember melonjak 1% ke $3.488,32/ons.
Secara mingguan, emas spot naik 0,8%, dan emas berjangka diperkirakan menguat 2,6%.
Didorong oleh Ketidakpastian Perdagangan
Harga emas mengalami reli bersejarah tahun ini, dengan rekor tertinggi beruntun akibat meningkatnya ketidakpastian global, yang sebagian besar dipicu oleh kebijakan tarif Trump, sehingga mendorong permintaan aset safe haven.
Tarif baru dari pemerintahan Trump mulai berlaku Kamis lalu, memberlakukan bea masuk hingga 50% pada sejumlah mitra dagang regional.
Beberapa negara seperti Uni Eropa telah mencapai kesepakatan dagang dengan AS dan menurunkan tarif mereka, namun pasar tetap khawatir terhadap dampak ekonominya.
AS Berlakukan Tarif Impor untuk Batangan Emas 1 Kg – Laporan FT
Pemerintah AS dikabarkan telah menerapkan tarif impor untuk batangan emas 1 kilogram, yang berpotensi mengganggu perdagangan emas global dan merugikan Swiss, menurut laporan Financial Times.
Badan Bea Cukai AS (CBP) menetapkan bahwa batangan emas 1-kg dan 100-ons masuk dalam kode kepabeanan yang membuatnya dikenakan bea masuk. Ini bertentangan dengan ekspektasi sebelumnya bahwa emas akan dikecualikan dari tarif Trump.
Batangan 1-kg adalah bentuk paling umum di pasar COMEX (bursa emas berjangka terbesar dunia), dan sebagian besar berasal dari Swiss. Swiss juga menghadapi tarif ekspor sebesar 39% ke AS dan merupakan penyuling emas terbesar dunia, serta salah satu eksportir utama ke AS.
Kabar ini memicu lonjakan tajam pada harga emas berjangka COMEX minggu ini, yang kenaikannya melampaui emas spot.
China Tambah Cadangan Emas
Kenaikan harga emas juga didukung oleh pembelian dari bank sentral, terutama dari Bank Rakyat China (PBoC), yang terus menambah cadangannya selama 9 bulan berturut-turut.
Pada bulan Juli, cadangan emas China bertambah 60.000 troy ons menjadi total 73,96 juta troy ons.
Logam Lain dan Pergerakan Pasar
Platinum spot turun 0,1% ke $1.353,75/ons
Perak spot naik 0,8% ke $38,623/ons
Kontrak berjangka LME naik 0,3% ke $9.711,20/ton
Kontrak berjangka tembaga COMEX naik 0,7% ke $4,4287/pound
Sebelumnya, harga tembaga COMEX sempat menembus $5/pound karena kekhawatiran tarif 50%, namun mundur kembali setelah tembaga olahan dikecualikan dari tarif.
Dolar Melemah, Logam Menguat; Fokus Beralih ke Suksesi Ketua The Fed
Pelemahan dolar turut mendukung harga logam, karena ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed pada September semakin menguat setelah serangkaian data pasar tenaga kerja yang lemah.
Menurut laporan Bloomberg, Christopher Waller disebut-sebut sebagai kandidat utama pilihan Trump untuk menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed, yang akan mengakhiri masa jabatannya pada pertengahan 2026. Waller adalah salah satu dari dua anggota dewan yang mendukung pemangkasan suku bunga pada Juli lalu.(yds)
Sumber: Investing.com