Saham Jepang Beragam saat Yen Menguat, Nikkei Naik Tipis
Saham Jepang bergerak mixed pada Jumat (01/5), dengan Nikkei 225 naik 0,4% ke atas 59.500, sementara Topix turun 0,5% ke 3.708 dalam perdagangan yang bergejolak. Pergerakan ini terjadi setelah yen melonjak lebih dari 2% menyusul intervensi otoritas untuk menopang mata uang.
Penguatan yen menekan sentimen pada sektor berorientasi ekspor karena berpotensi menggerus daya saing dan nilai pendapatan luar negeri saat dikonversi ke yen. Yen yang lebih kuat juga cenderung mengurangi daya tarik aset Jepang bagi investor global dalam jangka pendek, sehingga indeks bergerak tidak searah.
Pasar juga tetap memantau risiko geopolitik Timur Tengah setelah Presiden AS Donald Trump menegaskan AS akan mempertahankan blokade laut terhadap pelabuhan Iran. Teheran kembali menyatakan tidak akan melepaskan kapabilitas nuklirnya dan mengisyaratkan tetap mengendalikan Selat Hormuz, menjaga ketidakpastian pada kanal energi dan sentimen risiko.
Di level saham, penguatan dipimpin SoftBank Group (+3,1%), Tokyo Electron (+7,9%), dan Keyence (+4,4%), sementara tekanan datang dari Kioxia Holdings (-2%), Lasertec (-2,8%), dan Nintendo (-2,2%). Pelaku pasar umumnya akan memantau kelanjutan pergerakan yen pasca intervensi, serta headline geopolitik yang dapat memengaruhi risk appetite dan rotasi sektor di bursa Tokyo.(asd)
Sumber: Newsmaker.id