Emas Terkoreksi, Rally Besar Mulai Kehabisan Tenaga?
Harga emas terkoreksi pada perdagangan Kamis (20/8) setelah mencatat lonjakan kuat pada sesi sebelumnya. Spot gold turun sekitar 0,8% ke US$4.487,41 per troy ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak awal Juni. Sementara itu, kontrak berjangka emas bergerak relatif stabil di sekitar US$4.544,56 per troy ons.
Tekanan pada gold terutama datang dari aksi profit taking setelah harga melonjak lebih dari 4% pada Rabu. Reli sebelumnya dipicu oleh keputusan mengejutkan Departemen Keuangan AS untuk menggandakan sebagian operasi buyback Treasury jangka panjang, yang membantu menekan yield obligasi dan meningkatkan daya tarik emas.
Turunnya yield Treasury masih menjadi faktor pendukung bagi bullion. Ketika yield turun, opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan bunga ikut berkurang. Di saat yang sama, dolar AS masih bergerak dekat level terendah dalam tiga bulan, sehingga membantu membatasi koreksi emas lebih dalam.
Sentimen jangka menengah juga mendapat dukungan dari meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal AS. Total utang pemerintah Amerika Serikat telah menembus US$40 triliun untuk pertama kalinya, memicu kekhawatiran mengenai tingginya beban bunga serta kemampuan pemerintah menjaga keberlanjutan fiskal dalam jangka panjang.
Namun, risiko inflasi tetap menjadi hambatan utama bagi gold. Risalah FOMC terbaru menunjukkan banyak pejabat Federal Reserve masih siap mempertimbangkan kenaikan suku bunga apabila inflasi gagal turun menuju target 2%. Meski begitu, pasar saat ini hanya memperkirakan sekitar sepertiga peluang Fed menaikkan suku bunga pada September, sementara skenario utama masih suku bunga dipertahankan.
Analisis Newsmaker: koreksi gold saat ini lebih terlihat sebagai profit taking setelah reli ekstrem, bukan perubahan tren fundamental secara penuh. Selama yield Treasury tetap terkendali dan dolar bertahan lemah, downside emas berpotensi terbatas. Namun, setelah gagal mempertahankan momentum di atas US$4.500, pasar akan mencermati apakah buyer kembali masuk atau justru koreksi berlanjut. Area US$4.450–US$4.460 menjadi support penting, sementara US$4.500–US$4.520 kembali menjadi resistance terdekat. (arl)
Source: Newsmaker.id