Perak Turun Lagi, Support Mulai Diuji
Harga perak bergerak melemah pada perdagangan Kamis (20/8), dengan XAG/USD diperdagangkan di sekitar US$66,71 per troy ons. Harga tersebut turun sekitar 0,42% dibandingkan posisi Rabu di US$67,00.
Pelemahan ini menunjukkan perak masih kesulitan mempertahankan momentum pemulihan setelah mengalami volatilitas cukup tinggi dalam beberapa sesi terakhir. Area US$67 kembali menjadi level penting yang belum mampu dipertahankan secara kuat oleh buyer.
Secara tahunan, harga perak tercatat telah turun sekitar 6,15% sejak awal tahun, menunjukkan performanya masih tertinggal meskipun logam mulia secara umum mendapat dukungan dari ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Pergerakan silver juga masih sangat sensitif terhadap dolar AS dan yield Treasury. Dolar yang menguat atau yield yang kembali naik berpotensi menambah tekanan karena meningkatkan opportunity cost memegang aset tanpa bunga seperti perak.
Berbeda dengan emas, silver juga memiliki eksposur besar terhadap permintaan industri. Karena itu, prospek pertumbuhan global, aktivitas manufaktur, serta permintaan dari sektor teknologi dan energi terbarukan tetap menjadi faktor penting yang dapat menentukan arah harga berikutnya.
Analisis Newsmaker: bias silver masih cenderung netral hingga bearish jangka pendek selama harga belum mampu kembali bertahan di atas US$67. Jika tekanan berlanjut, perhatian dapat beralih ke area support berikutnya. Sebaliknya, breakout konsisten di atas US$67 dapat membuka peluang technical rebound dan mengurangi tekanan jual. (arl)
Source: Newsmaker.id