Bitcoin Tunggu Katalis Besar dari Gedung Putih
Bitcoin menguat tipis pada perdagangan Senin (17/8), tetapi masih bergerak dalam rentang sempit karena investor berhati-hati terhadap ketegangan geopolitik dan ketidakpastian regulasi kripto di Amerika Serikat. Bitcoin naik sekitar 0,7% ke US$63.418,5 setelah mencatat penurunan hampir 3% sepanjang pekan lalu.
Sentimen terhadap aset berisiko masih tertahan oleh konflik AS-Iran dan ketidakpastian di Selat Hormuz. Ketegangan tersebut menjaga harga minyak tetap tinggi dan membuat investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset spekulatif seperti cryptocurrency. Bitcoin juga masih diperdagangkan jauh di bawah rekor tertingginya pada Oktober.
Tekanan tambahan datang dari arus keluar dana pada ETF Bitcoin spot. Sepanjang pekan lalu, produk ETF tersebut mencatat net outflow hampir US$390 juta, menjadi arus keluar terbesar sejak awal Juli. Kondisi ini terjadi bersamaan dengan koreksi Bitcoin dan menunjukkan permintaan institusional belum kembali kuat.
Pasar juga menunggu pertemuan Presiden Donald Trump dengan sejumlah pemimpin industri kripto di Gedung Putih pada Rabu. Pertemuan tersebut akan melibatkan eksekutif perusahaan kripto, prediction market, keuangan tradisional, serta industri kecerdasan buatan. Sehari kemudian, CFTC dijadwalkan membahas regulasi kripto di tengah belum selesainya pembahasan Clarity Act.
Pergerakan altcoin masih beragam. Ether naik sekitar 0,8% ke US$1.895 setelah melemah pekan lalu. XRP, BNB, Solana, dan Cardano bergerak sedikit lebih rendah, sementara Dogecoin dan token TRUMP mencatat kenaikan tipis. Pasar kripto secara keseluruhan masih tertinggal dibanding reli saham teknologi dan AI yang menguat pekan lalu.
Analisis Newsmaker: Bitcoin saat ini menghadapi tarik-menarik antara peluang regulasi yang lebih jelas di AS dan tekanan dari geopolitik serta keluarnya dana ETF. Pertemuan Gedung Putih dan agenda CFTC pekan ini berpotensi menjadi katalis penting. Selama arus dana institusional belum kembali dan ketegangan Hormuz tetap tinggi, pergerakan Bitcoin berpotensi tetap terbatas dan volatilitas bisa meningkat ketika ada perkembangan baru dari regulasi maupun geopolitik. (arl)
Sumber : Newsmaker.id